Main Air, Bocah Tenggelam Hingga Tewas

Rabu, 30 September 2015 | 17:35 WIB
Lokasi tenggelamnya Sayidani (14) di Kedung Mbendo Desa Jinanten Kecamatan Sale. (Foto: mataairradio.com)

Lokasi tenggelamnya Sayidani (14) di Kedung Mbendo Desa Jinanten Kecamatan Sale. (Foto: mataairradio.com)

 
SALE, mataairradio.com – Seorang bocah tenggelam dan ditemukan tewas setelah bermain air di sebuah kedung di wilayah Desa Jinanten-Sale, Selasa (29/9/2015) kemarin. Bocah nahas itu adalah Sayidani Mubarok (14), tercatat sebagai pelajar sebuah SMP di Jatirogo-Tuban, Jatim.

Menurut keterangan dari Kapolsek Sale AKP Isnaeni, awalnya korban bermain air bersama dua orang temannya; Hadi dan Fajar. Hadi mencebur ke kedung lebih dulu, baru disusul korban. Mereka mencebur dari ketinggian 5 meter, sedangkan kedalaman kedung kira-kira juga 5 meter.

Namun setelah terjun, Sayidani tak kunjung muncul. Hadi pun meminta tolong Fajar untuk membantu mencari korban, tetapi tidak ketemu. Dua teman korban itu pun segera entas dari kedung dan memberitahu keluarga korban untuk dilakukan pencarian.

“Itu kejadian jam 10.00. Tetapi baru mulai dilakukan pencarian jam 14.30. Sempat ada jeda lama antara kejadian dengan dikabarinya keluarga,” ujarnya.

Pencarian yang dilakukan sejak pukul 14.30 WIB membuahkan hasil sekitar pukul 17.30 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan sudah tak lagi bernyawa, bergeser lima meter dari lokasi terjunnya korban. Korban lantas dibawa petugas ke Puskesmas Sale untuk dilakukan visum.

Petugas medis menemukan luka sobek di kelopak mata sebelah kanan atas, lecet pada buah zakar, dan keluar air dari hidung. Atas kejadian itu, pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah. Tetapi Kapolsek mengaku perlu menyeru imbauan.

Menurutnya, para orang tua mesti meningkatkan pengawasan kepada anak. Terlebih di musim kemarau seperti saat ini, anak-anak akan mudah tergiur untuk bermain air, mengingat cuaca yang panas.

“Ini musibah. Keluarga juga sudah menerima. Tetapi ke depan, jangan biarkan anak-anak bermain di luar pengawasan orang tua,” imbaunya.

Rabu (30/9/2015) pagi, jenazah Sayidani dimakamkan. Ternyata korban adalah warga Desa Sendangwaru Kecamatan Kragan. Di rumah duka di Sendangwaru, tampak banyak teman sekolah korban datang untuk bertakziah.

Sementara dua teman korban, Hadi; adalah warga Klampisan Desa Tahunan-Sale dan Fajar; adalah warga Karang Desa Jinanten-Sale. Keduanya seumuran dengan korban, yakni 14 tahun dan merupakan teman satu sekolah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan