Mahasiswa Rembang di ITS Ciptakan Sepatu 3 in 1

Tuesday, 2 December 2014 | 15:44 WIB

 

Asfarur Ridlwan, mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya asal RT 01 RW 02 Dusun Tajen Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang menunjukan sepatu multifungsi 3 in 1 karyanya. (Foto: its.ac.id)

Asfarur Ridlwan, mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya asal RT 01 RW 02 Dusun Tajen Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang menunjukan sepatu multifungsi 3 in 1 karyanya. (Foto: its.ac.id)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang mahasiswa asal Kabupaten Rembang yang tengah menempuh studi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menciptakan sepatu multifungsi, three in one (3 in 1).

Asfarur Ridlwan, mahasiswa dari RT 01 RW 02 Dusun Tajen Desa Pamotan Kecamatan Pamotan bersama kedua rekannya, Riskiya Rahmawati, dan Dicky Damara, berhasil menciptakan produk sepatu yang diberi nama SUE Shoes, merupakan singkatan dari simpel, unik, dan efisien.

Uniknya, sepatu ini tersusun dari tiga bahan yang berbeda. Bahan tersebut adalah sepatu, sandal, dan jas hujan. Ketiga bahan tersebut kemudian digabung menjadi sepatu multifungsi yang dapat melindungi dari air hujan.

Ketika dihubungi mataairradio.com, Selasa (2/12/2014) siang, Asfafur Ridlwan, mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan semester tiga yang lulusan SMAN 1 Rembang ini menjelaskan, ide awal pembuatan sepatu tersebut ketika banyak mahasiswa yang aktif berorganisasi dan pulang malam saat musim hujan.

“Ide awal membuat produk ini ketika teman-teman kampus banyak yang aktif berorganisasi, mereka jarang pulang. Apalagi di musim hujan ini. Supaya simpel, akhirnya kami coba berinovasi supaya sepatu yang dipakai tidak basah kehujanan dan juga bisa dibuat sandal,” jelasnya.

Cara pakai dari sepatu ini cukup mudah. Jas hujan yang sudah dipotong sesuai ukuran sepatu diletakkan di bagian bawah sepatu. Ketika hujan datang, jas tersebut bisa langsung dipasang sempurna di seluruh bagian sepatu. Bahkan sepatu ini pun bisa diubah menjadi sandal kapan pun diperlukan.

“Ya tergantung keperluan kita. Jika tidak musim hujan, sepatu ini seperti sepatu pada umumnya. Kalau pas hujan, tinggal mantelnya (yang berada di bawah telapak sepatu, red.) dibuka, lalu dipasang untuk membungkus sepatu. Bisa difungsikan sebagai sandal, layaknya sandal selop atau sandal box,” pungkasnya.

 

Penulis: Wahyu Salvana
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan