Lupa Matikan Kompor, Rumah Penjual Gorengan Ludes Terbakar

Sabtu, 13 Juli 2019 | 19:06 WIB


Kebakaran rumah Supardi, warga Dukuh Kedungsapen Desa Jatihadi Kecamatan Sumber, Sabtu (13/7/2019) sore. (Foto: mataairradio.com)

SUMBER, mataairradio.com – Diduga lupa mematikan api kompor setelah memasak, rumah seorang penjual gorengan di Dukuh Kedungsapen Desa Jatihadi Kecamatan Sumber, ludes terbakar, Sabtu (13/7/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat kejadian, pemilik rumah dalam keadaan kosong. Supardi (53), pemilik rumah, sedang tidak berada di kediaman. Nur Umaroh, istrinya, sedang berjualan gorengan dan jajanan di madrasah dukuh setempat, tak jauh dari rumah.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diketahui setelah Nur Umaroh mendengar teriakan tetangganya karena melihat asap dari rumah korban.

Umaroh bergegas pulang. Api sudah membesar. Korban berteriak meminta tolong. Tetangganya pun berdatangan. Membantu memadamkan api.

Karena rumah berukuran 12×7 meter memiliki rangka dan berdinding kayu, api cepat berkobar, dan cepat meludeskan bangunan.

Uang tunai Rp45 juta, televisi, lemari, kulkas, sertifikat, ijazah, surat-surat berharga lainnya, dan perkakas rumah tangga di dalam rumah, turut ludes.

Regu pemadam kebakaran dari Pemkab Rembang yang tiba di lokasi, tinggal melokalisasi sisa-sisa api dan melakukan pendinginan.

Pihak Kepolisian Sektor Sumber menggelar olah tempat kejadian kebakaran. Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp115 juta.

Polisi meminta keterangan dari tiga orang saksi yang masing-masing merupakan tetangga korban di wilayah RT 1 RW 5, guna mengungkap penyebab terjadinya kebakaran.

“Penyebab kebakaran, diduga korban lupa mematikan kompor, lalu terjadi ledakan tabung elpiji dan mengakibatkan kebakaran,” terang Kapolsek Sumber Iptu Sholeh.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan