“Lumutan”, Objek Wisata Sumber Semen Dikeluhkan Pengunjung

Kamis, 8 November 2018 | 14:34 WIB

Wisatawan sedang berenang di kolam pemandian Objek Wisata Sumber Semen di Desa Gading Kecamatan Sale, pada Rabu (7/11/2018) siang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

SALE, mataairradio.com – Pengunjung di Objek Wisata Alam Sumber Semen di Kecamatan Sale mengeluhkan banyaknya lumut yang tumbuh pada kolam pemandian.

Tumbuhnya lumut di sekitar dalam kolam pemandian membuat tidak nyaman para wisatawan yang sedang berenang.

Khoirul salah satu pengunjung Wisata Alam Sumber Semen mengungkapkan, banyaknya lumut di sekitar dalam kolam pemandian membuat lantai menjadi licin, sehingga dinilai rawah membahayakan.

“Meskipun hal tersebut tidak menjadi masalah besar, akan tetapi bisa menjadi catatan pengelola untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.

Di sisi lain ia juga mengungkapkan, kondisi Objek Wisata Sumber Semen saat ini sudah berubah drastis, dibanding pada beberapa tahun lalu.

“Pascarenovasi semua fasilitas di objek wisata itu sudah bagus. Seperti musola, tempat istirahat, tempat ganti pakaian, dan tempat sampah yang ada kini kondisinya jauh lebih baik,” tuturnya.

Ragil Rimbawanto, salah satu pengelola Wisata Sumber Semen menyatakan, bahwa masalah lumut memang diakuinya menjadi salah satu kendala.

Pihaknya mengaku, sudah sering membersihkan lumut-lumut itu, namun masih saja terus menerus muncul.

“Pernah ada rencana kolam renang di beri bahan kaporit agar air menjadi jernih, namun upaya itu justru ditolak banyak pihak.

Alasannya, bahwa pengunjung datang ke lokasi Sumber Semen karena pemandiannya masih alami,” terangnya, saat ditemui mataairradio.com.

Disinggung soal jumlah pengunjung yang datang, Ragil mengungkapkan ada sekitar ratusan pengunjung yang datang pada setiap harinya.

“Bahkan pada hari libur dan akhir pekan bisa mencapai ribuan orang wisatawan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kebanyakan mereka datang dari dari luar Kota Rembang, seperti dari Tuban, Bojonegoro, Blora, dan Pati.

“Biaya untuk tiket masuknya setiap orang dikenakan tarif sebesar tujuh ribu rupiah pada hari biasa dan sembilan ribu limaratus rupiah pada akhir pekan,” pungkanya.

Devi, salah satu pengunjung yang lain berpendapat jika sungai kecil yang mengalir di sekitar kolam diberi jaring pada bagian hulu dan hilir, kemudian diisi dengan berbagai ikan air tawar tentu akan menarik.

“Selain itu, jumlah wahananya perlu ditambah lagi, biar pengunjung tidak bosan,” harapnya.
Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan