Lulusan SD dan Pekerja Swasta Dominasi Calhaj Rembang

Kamis, 11 Juli 2019 | 15:12 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz (dua dari kiri) memberikan bingkisan kepada calon haji berusia paling tua dan paling muda yang akan berangkat pada tahun 2019 berasal dari Kabupaten Rembang pada saat Pembukaan Manasik Haji, 22 Juni 2019. (Foto: mataairradio.com)
Bupati Rembang Abdul Hafidz (dua dari kiri) memberikan bingkisan kepada calon haji berusia paling tua dan paling muda pada pembukaan manasik haji massal di Pendapa Museum Kartini Rembang, 22 Juni 2019. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Lulusan sekolah dasar (SD) dan pekerja swasta mendominasi jemaah calon haji (Calhaj) berasal dari Kabupaten Rembang tahun 2019.

Menurut catatan pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, jumlah calon haji yang merupakan lulusan SD sebanyak 368 orang.

Sisanya, SMP 90 orang, diploma 1 33 orang, sarjana 120 orang, dan S-2 atau magister enam orang.

Sementara dari segi pekerjaan, calon haji dari kalangan pekerja swasta sebanyak 167 orang.

Disusul petani/nelayan 135 orang, ibu rumah tangga 133 orang, PNS 127 orang, pensiunan 26 orang, pedagang 22 orang, TNI/Polri tiga orang, serta karyawan BUMN dan pelajar/mahasiswa masing-masing dua orang.

Jemaah calon haji berasal dari Kabupaten Rembang semestinya 617 orang.

Namun ada tiga orang yang menunda keberangkatan, sehingga tinggal 614 orang.

Mereka yang menunda keberangkatan ini masing-masing karena hamil, suami yang istrinya hamil, dan lanjut usia yang tidak siap berangkat.

Calon haji berusia paling tua adalah Kurmin (90) warga RT 3 RW 1 Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang, sedangkan yang paling muda; Siti Asiyah (25) warga Plawangan, Kragan.

Menurut pihak Kantor Kemenag setempat, jemaah calon haji berasal dari Kabupaten Rembang akan mulai diberangkatkan ke Embarkasi Haji Donohudan Boyolali pada 22 Juli 2019.

Adapun mereka yang akan berangkat pada Senin (22/7/2019) itu adalah yang tergabung dalam kelompok terbang (Keloter) 56 yang berisi 229 orang calon haji.

Selebihnya, 355 calon haji Keloter 57 dan 30 calon haji Keloter 58 akan berangkat menuju Donohudan pada 23 Juli 2019, namun pada jam berbeda.

Keloter 56 akan digabung dengan jemaah calon haji berasal dari Kabupaten Blora, sedangkan Keloter 58 akan tergabung dengan jemaah calon haji berasal dari Kabupaten Pati.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah Muslim dalam sebuah kesempatan mengatakan, Pemkab setempat masih akan memfasilitasi keberangkatan jemaah ke embarkasi.

“22 bus sudah disiapkan untuk mengangkut calon haji dari Rembang ke Donohudan,” katanya.

Namun, Atho’illah menyatakan, pada tahun ini tidak ada uang pengembalian paspor karena dialokasikan untuk biaya konsumsi di Mekkah.

“Sekarang, konsumsi berjumlah 40 kali. Lebih nyaman diwujudkan konsumsi daripada dikembalikan dalam bentuk uang. Hal ini sudah kami koordinasikan dengan jemaah,” terangnya.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan