LSM Pelapor Ali Achmadi Tidak Terdaftar di Kesbangpolinmas

Senin, 17 Desember 2018 | 18:23 WIB

Kepala Seksi Politik Dalam Negeri dan Hubungan Antar Lembaga pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Rembang, Indah Arum Yuati. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melaporkan dua dugaan kasus korupsi di Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, setelah di cek mempunyai status yang berbeda.

Kepala Seksi Politik Dalam Negeri dan Hubungan Antarlembaga pada Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang Indah Arum Yuati menyatakan, untuk LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang melaporkan Kades Bangunrejo Kusminanto, sudah tercatat oleh pihaknya.

“Selain mempunyai dokumen lengkap dari pusat, LSM ini juga mempunyai surat keterangan terdaftar (SKT), sehingga kerja-kerja operasional yang dilakukan kita tahu,” ujarnya.

Sebelumnya, LSM GMBI melaporkan Kusminanto, terkait dugaan kasus korupsi terhadap proyek pembangunan jalan.

Sementara untuk LSM Pinri yang melaporkan Ali Achmadi, Arum menyatakan bahwa LSM tersebut tidak pernah terdaftar di Kesbangpolinmas, sehingga patut dipertanyakan legalitasnya.

“Apabila ada LSM atau Ormas yang meresahkan agar segera melaporkan ke kami. Selain itu, kami sarankan agar tidak melayani LSM yang diketahui belum terdaftar di Kesbangpolinmas,” tegasnya.

Sebelumnya, LSM Pinri, melaporkan Ali Achmadi atas dugaan kasus korupsi bantuan 35 ekor sapi.

Sementara itu Kepala Unit (Kanit) Tipikor pada Polres Rembang Ipda Arif Kristiawan membenarkan, adanya dua LSM yang melaporkan dugaan kasus korupsi di Desa Bangunrejo.

“Keduanya adalah kasus pembangunan jalan senilai kurang lebih setengah miliar dan kasus bantuan sapi senilai kurang lebih Rp300-an juta,” terangnya.

Ia mengungkapkan, untuk kasus pembangunan jalan pelapornya adalah LSM GMBI yang sudah terproses kurang lebih satu bulan dan sudah memanggil beberapa saksi Kades dan Perangkat Desa Bangunrejo.

“Sedangkan untuk kasus bantuan ternak berupa 35 ekor sapi, berkasnya baru masuk dan menunggu surat perintah penyelidikan (Sprindik),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pertikaian antara Kades dan Mantan Kades Bangunrejo-Pamotan berakhir damai, namun laporan keduanya sudah masuk ke pihak kepolisian, sehingga kasus tersebut akan tetap diproses secara lanjut.

 

 

Penulis: Mohamad siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan