LPSE Kabupaten Rembang Masih Sepi Pengumuman Proyek

Selasa, 21 April 2015 | 15:59 WIB
Laman resmi Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Rembang, cetak layar, 21 April 2015, pukul 15.50 WIB. (Foto: http://lpse.rembangkab.go.id/)

Laman resmi Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Rembang, cetak layar, 21 April 2015, pukul 15.50 WIB. (Foto: http://lpse.rembangkab.go.id/)

 

REMBANG, mataairradio.com – Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Rembang masih sepi dari deretan kabar pengumuman pengadaan barang dan jasa milik Pemerintah. Hingga Selasa (21/4/2015) ini, baru dua pengumuman pengadaan yang terpampang di laman LPSE.

Itu pun, dua-duanya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masing-masing pada 23 dan 25 Maret lalu. Tiga jenis pengadaan yang diumumkan secara terpisah itu hanya bernilai Rp14juta hingga Rp31juta. Padahal biasanya, pengadaan dengan nilai di bawah Rp200 juta, tidak pernah diumumkan.

“Kami sudah memanggil Dinas Pekerjaan Umum untuk mendorong realisasi pembangunan. Jika sudah waktunya diumumkan, mestinya segera dilakukan. (LPSE) Memang masih minim pengumuman, tetapi DPU mengklaim sudah mulai persiapan,” ujar Anggota Komisi C DPRD Rembang Ismari.

Menurut informasi yang dihimpun dari sumber internal Pemkab Rembang, pengumuman pelelangan melalui laman LPSE akan dilakukan pada bulan Mei. Ini berbeda dari kebiasaan di Rembang tahun lalu, yang mana, pekerjaan pembangunan infrastruktur mulai dilakukan pada bulan April.

Bupati Rembang Abdul Hafidz sebelumnya menegaskan, proses pembangunan tidak boleh berhenti hanya gara-gara sejumlah pejabat di lingkungan dinas pekerjaan umum, diduga melakukan tindak pidana korupsi. Ia membantah sejumlah pejabat enggan menjadi pembuat komitmen, padahal kabar ini santer.

“Kami tidak mengabaikan kasus hukum yang saat ini ditangani (oleh Kejaksaan Negeri Rembang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah). Apalagi, penyidikan kasus-kasus itu disebut demi kebaikan Rembang (agar bersih dari tindak pidana korupsi),” tegasnya.

Pada sebuah kesempatan baru-baru ini, Bupati Abdul Hafidz juga memberikan spirit kepada para PNS dan pejabat Pemkab agar terus semangat bekerja. Menurutnya tidak satu pun pekerjaan yang tak berisiko. Spirit ini diyakini terkait dengan kabar sejumlah PNS yang ogah menjadi PPK proyek.

Seperti diketahui, nasib sejumlah pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek di Rembang, berakhir di balik jeruji penjara. Sebut saja PPK Proyek Buku Ajar Dinas Pendidikan Bambang Joko Mulyono dan PPK Proyek PPID ESDM Abdul Muttaqin. Yang terkini, dua PPK Proyek di DPU juga jadi tersangka korupsi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan