Lonjakan Pasien Berkurang, Stok Obat RSUD Aman

Sabtu, 30 Januari 2016 | 13:30 WIB
Kondisi ruang UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang pada Kamis (28/1/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Kondisi ruang UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang pada Kamis (28/1/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Stok obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang dilaporkan aman dan mampu mencukupi kebutuhan pasien.

Apalagi pada Sabtu (30/1/2016) pagi, tingkat pasien yang sempat membeludak di hari sebelumnya, kini mulai berkurang.

Humas RSUD dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro menjelaskan, masih ada persediaan obat yang diadakan pada Desember 2015. Terlebih di awal tahun kemarin, rumah sakit sudah sempat menambah lagi stok obat.

“Obat kita aman,” ujarnya.

Jika pun sampai kurang, pihaknya bisa cari ke pihak lain misalnya pinjam dulu ke dinas kesehatan. Namun sejauh ini, peminjaman itu belum sampai dilakukan.

“Kita hampir tidak pernah mengalami krisis obat,” tandasnya.

Giri menyebutkan, secara jumlah pasien, dari 258 tempat tidur yang sebelumnya penuh, kini tinggal 250-an atau sudah ada 8 bed yang kosong.

Para pasien yang sebelumnya dirawat di tandu lipat karena kondisi darurat, juga dipastikannya tidak ada.

“Mulai berkurang. (Yang di kamar tidur utama) Tinggal 250-an pasien. (Yang di tandu lipat) Kayaknya sudah nggak ada yang dirawat di situ,” ujar ia.

Pasien yang dirawat di ruang tunggu Ruangan Ortopedi pada Lantai II Paviliun Kartini, sudah dipindahkan ke tempat tidur utama.

Hanya saja, Giri mengaku menyimpan kekhawatiran karena sebagian pasien mengaku ogah pulang pada hari Sabtu

Menurutnya, ada kepercayaan di sebagian masyarakat yang tidak mau pulang pada hari itu. Jika pun pulang hari Sabtu, biasanya baru setelah Asar.

“Kami nggak bisa mengganggu kepercayaan itu, sehingga jika ada pasien baru di hari yang sama, kami khawatir terjadi penumpukan lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak manajemen RSUD dr R Soetrasno Rembang menyatakan harus memeras otak guna menangani jumlah pasien yang membeludak dalam sepekan terakhir.

Selain harus meminjam tandu lipat guna merawat pasien, RSUD juga dituntut sigap menata perawat.

Giri mengaku tidak bisa berbuat banyak terhadap ketersediaan perawat. Menurutnya tak mungkin jika harus merekrut tambahan perawat dalam waktu singkat.

Yang dilakukannya terpaksa mempekerjakan perawat yang jatahnya libur dan melarang pegawai izin untuk hal yang tidak penting.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan