Longsor, Tiga Rumah Warga Kedunglowo Roboh

Senin, 6 Januari 2014 | 14:55 WIB
Longsor di Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang. (Foto:Puji)

Longsor di Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang. (Foto:Puji)

SULANG, MataAirRadio.net – Tiga rumah milik warga RT 1 RW 5 Dusun Kedunglowo Desa Landoh Kecamatan Sulang, roboh akibat longsor di daerah bantaran kali setempat. Tiga rumah roboh, masing-masing milik keluarga Lasmin, Jayin, dan Edi Santoso.

Gejala longsor sebenarnya sudah dicium warga sejak dua tahun silam. Ketika itu terjadi longsor kecil di bantaran sungai dan mendekati permukiman warga. Kejadian itu sempat dilaporkan kepada pihak Pemerintah, namun tidak berujung penanganan. Sebelum akhirnya terjadi longsor secara lebih besar.

Jayin, salah satu warga korban longsor mengaku mendengar suara retakan tanah sebelum mendapati bagian belakang rumahnya, amblas. Selain dapur dan kamar mandi, sebagian ruang utama rumah, juga amblas. Rumah yang sebagian besar sudah tembok ini, baru direnovasi sekitar tiga tahunan dengan dana Rp50 juta. Jayin beserta tiga orang anggota keluarganya, kini ditampung di rumah Ketua RT.

Juanto, Ketua Karang Taruna Desa Landoh yang tinggal di RT setempat menyebutkan, areal tanah yang amblas akibat longsor, berpotensi meluas. Jika pada 26 Desember lalu, panjang areal tanah yang amblas hanya 30 meter, kini menjadi lebih dari 100 meter.

Ada setidaknya enam rumah warga yang kini juga terancam longsor. Keenam rumah itu adalah milik Safii, Sugiman, Jais, Tasmin, Jari, dan Wanto. Kesemuanya masih di wilayah RT 1 RW 5.

Menurut Juanto, Keluarga Jayin memang ditampung sementara oleh Padi, Ketua RT setempat. Sementara Lasmin dan istrinya, kini mengungsi di rumah salah satu anaknya di dusun setempat. Sedangkan Keluarga Edi Santoso masih memilih bertahan, sembari menunggu bantuan dari Pemerintah untuk ongkos pindah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni, mengecek lokasi dan korban longsor di Dusun Kedunglowo, pada Senin (6/1) siang. Setelah melakukan peninjauan selama kurang lebih satu jam, kepada para korban Hamzah menyatakan, pemerintah kabupaten akan memberikan bantuan masing-masing Rp10 juta.

Bantuan berasal dari pos penanganan pemulihan akibat bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang. Bantuan berupa uang tunai itu akan secepatnya diproses. Peninjauan itu dilakukan bersama aparat desa setempat, Camat dan Kapolsek Sulang, serta dari unsur BPBD setempat. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan