Berulang Kali Diprotes, Longsor Nganguk-Pentil Akhirnya Ditangani

Sunday, 2 November 2014 | 16:36 WIB
Jalan longsor Nganguk-Pentil. (Foto:Pujianto)

Jalan longsor Nganguk-Pentil. (Foto:Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Jalan longsor di jalur antara Kecamatan Sumber dan Kaliori, tepatnya di ruas Nganguk-Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, akhirnya ditangani, setelah berulang kali diprotes warga karena Pemkab Rembang tak kunjung memperbaikinya.

Minggu (2/11/2014) pagi, sejumlah pekerja tampak sibuk melakukan perbaikan dengan menata batu longsoran di dasar tebing sungai. Sementara di bagian tepi jalan, tampak dua gunduk material jenis koral untuk perbaikan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang Raharjo mengatakan, perbaikan jalan longsor tersebut sudah merupakan bentuk komitmen Pemkab.

Bahkan dengan nada setengah bercanda, Raharjo pernah menyatakan siap mundur, apabila jalan longsor Nganguk-Pentil tidak diperbaiki pada tahun ini. Ia pun mengatakan, telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp200 juta, untuk perbaikan jalan yang longsor sejak Februari 2013.

“Ini semoga secepatnya selesai. Target kami, sebelum pertengahan Desember 2014 tuntas. Soal anggarannya, sebagaimana pernah saya katakan, sekitar Rp200 juta,” ungkap Raharjo ketika dihubungi mataairradio.com, Minggu (2/11/2014) siang.

Dia menyebutkan, perbaikan akan dilakukan dengan kembali membuat talut sungai. Sementara saat sekarang, longsor mengamblaskan hampir separuh dari badan jalan.

Susilo, seorang pengguna jalan asal Sumber yang ditemui di lapangan mengaku sedikit lega karena akhirnya jalan longsor diperbaiki. Selama ini, sejak jalan longsor, dia harus memelototkan mata pada malam hari, agar tidak terperosok jatuh ke dasar tebing setinggi tiga meter.

“Sedikit lega karena akhirnya diperbaiki. Kabar yang berkembang, sebenarnya Pemkab sudah menganggarkan perbaikan pada awal Oktober, namun pihak rekanan, memiliki banyak pekerjaan lain, sehingga baru digarap sekarang,” katanya.

Saat ini yang pihaknya harapkan adalah agar perbaikan bisa berlangsung secara cepat. Pasalnya, musim hujan diperkirakan sudah akan berlangsung pada 10 hari terakhir bulan November ini.

“Kalau sampai musim hujan belum selesai, perbaikan jelas akan terkendala karena sungai akan kembali mengalirkan air dari wilayah Embung Banyukuwung dan bisa jadi malah terhambat,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan