Longsor Nganguk-Pentil Putus Pasokan Air Bersih di Rembang Barat

Senin, 17 Februari 2014 | 16:40 WIB
Ruas jalan di bilangan Nganguk-Pentil, longsor, Minggu (16 2) kemarin. (Foto Pujianto)

Ruas jalan di bilangan Nganguk-Pentil, longsor, Minggu (16 2) kemarin. (Foto Pujianto)

KALIORI, MataAirRadio.net – Ruas Jalan Sendangagung-Gunungsari, tepatnya di antara Dusun Nganguk dan Dusun Pentil, longsor. Akibatnya, selain menutup akses kendaraan beroda empat, pasokan air bersih dari PDAM Kaliori ke pelanggan di Rembang bagian barat, juga putus.

Longsor yang terjadi pada Minggu (16/2) siang kemarin itu merupakan susulan. Sebelumnya, pada 24 April 2013 lalu, tebing jalan di ruas itu sudah terlebih dahulu longsor. Kala itu, longsor hanya ditangani dengan memasang rajek bambu.

Sekretaris Desa Gunungsari Widodo mengatakan, longsor kali ini hingga memakan separuh badan jalan. Pohon penopang di sebelah baratnya sudah roboh sebelumnya. Batang pohon yang melintang mengakibatkan air sungai di sebelah baratnya tidak mengalir optimal.

Aliran air juga menjadi liar ke sisi timurnya, sehingga semakin menggerus tebing dan melongsorkan jalan. Senin (17/2) pagi, akses kendaraan roda empat terpaksa ditutup, untuk menghindari selip dan terguling. Pihak desa mengerahkan warga untuk memasang lagi rajek bambu.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang sudah turun tangan. Salah satunya, membantu mesin pemotong atau chainsaw, untuk mengevakuas pohon roboh. Kepada pihak desa, BPBD berjanji akan segera menangani longsor, meski bersifat darurat.

Sementara itu, Petugas Teknis dari PDAM Unit Kaliori Wisnu mengaku telah mengerahkan delapan orang pekerja untuk menyambung pipa sepanjang sembilan meter, karena putus total. Dia membenarkan, pelanggan air bersih dari PDAM, terutama di Rembang bagian barat, tidak bisa mendapat pelayanan optimal, karena putusnya pipa.

Wisnu pun menyebutkan, longsor berpotensi meluas dan rawan memutus jaringan pipanya lagi, karena begitu air sungai pasang, aliran bisa menggerus daerah di sepanjangnya.

Munawar, salah satu pengguna jalan yang melintas, mengaku kaget mendapati ruas Nganguk-Pentil, longsor hingga memakan separuh dari badan jalan. Menurutnya, kondisi jalan longsor, membahayakan pengendara.

Memang sudah ada rambu bagi kendaraan beroda empat agar tidak melintas. Namun bagi pengendara sepeda motor, perlu berhati-hati jika melalui ruas tersebut. Apalagi pada malam hari ruas jalan itu, gelap. Dia berharap, pihak terkait memberikan bantuan lampu penerangan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan