Lintasi Pantura Rembang 24-25 Juli 2015? Baca Ini

Rabu, 22 Juli 2015 | 17:38 WIB
Jalur Pantura Kota Rembang. (Foto: Abu Naim)

Jalur Pantura Kota Rembang. (Foto: Abu Naim)

 
REMBANG, mataairradio.com – Polisi membuat rekayasa lalu lintas di Jalur Pantura Kota Rembang pada 24 dan 25 Juli 2015 untuk mengantisipasi macet parah di ruas tersebut.

Potensi kemacetan arus lalu lintas diperkirakan cukup tinggi mengingat perayaan Syawalan dan sedekah laut melintasi sejenak Jalur Pantura Kota.

“Dua hari itu, arus lalu lintas bagi mobil pribadi dari arah Semarang akan dialihkan lewat Pasar Pentungan ke selatan tembus Perempatan Galonan hingga Pertigaan Soklin,” beber Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Rembang Ipda Ngaenul Mujib kepada mataairradio.

Arus lalu lintas kendaraan barang dari arah barat, tetap masuk Jalur Pantura Kota Rembang. Adapun mobil pribadi dari arah Surabaya ke arah Semarang, dialihkan lewat Pertigaan Soklin tembus Pentungan, sedangkan armada barang akan dialihkan via Jalan Cokroaminoto tembus Karanggeneng.

“Rekayasa arus lalu lintas hanya difokuskan untuk Jalur Pantura Kota Rembang,” tandasnya.

Dia tidak memungkiri, potensi macet juga terjadi di Jalur Pantura Kragan, tetapi polisi meyakini tidak semendesak Pantura Kota, pada puncak Syawalan 24 Juli dan kirab sedekah laut Tasikagung 25 Juli nanti.

“Jika arus lalu lintas tidak dialihkan, bisa macet selama berjam-jam,” tegasnya.

Ngaenul mengungkapkan, puncak Kupatan akan diisi dengan acara arak-arakan yang melibatkan semua rukun tetangga atau RT di Tasikagung. Selain itu juga ada pembukaan Syawalan di Pantai Kartini.

Rute kirab sendiri akan dimulai dari Tasikagung, memotong Jalur Pantura untuk masuk ke Jalan Wahidin, lalu tembus Perempatan Zaeni ke utara sehingga sampai di Bundaran Adipura ke arah barat.

“Sesampainya di Jalur Pantura, peserta kirab akan langsung dibelokkan ke utara, ketika sampai di depan asrama lama Polres Rembang,” tambahnya.

Sementara itu, sisa-sisa arus balik Lebaran, baik yang dari arah Surabaya maupun Semarang, masih terpantau ramai. Arus lalu lintas terpantau ramai lancar pada hari Rabu 22 Juli ini.

Polisi meminta kepada setiap pengguna Jalur Pantura Rembang untuk mulai mengurangi laju kendaraan sesampai di area kota.

Jalanan di Pantura Kota Rembang, terutama di bilangan Jalan Diponegoro, sudah ditumpahi oleh pedagang pada tradisi Syawalan.

Para pedagang ini sudah mulai memadati kawasanan kanan dan kiri jalan di ruas tersebut, sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan