Kurangi Limbah, Pemuda Desa Jukung Dirikan Bank Sampah

Selasa, 24 Juli 2018 | 18:06 WIB

Bank sampah di Desa Jukung Kecamatan Bulu untuk mengurangi limbah rumah tangga. (Foto: Mohamad Siroju Munir)

 

BULU, mataairradio.com – Pemuda-pemuda Desa Jukung Kecamatan Bulu berinisiatif mendirikan bank sampah untuk mengurangi limbah rumah tangga.

Dwi Listyaningrum ketua bank sampah mengaku ide pendirian berasal dari diskusi kecil serta melihat banyaknya sampah di sekitar desa.

Ia pun berpikir dan banyak mencari informasi ternyata sampah mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, selain ada manfaat sosial bagi warga sekitar.

Bersama pemuda karang taruna setempat, Dwi mulai mengedukasi masyarakat terkait bank sampah dan bagaiana cara pemilahan sampah agar bisa dijual.

“kami bedakan jadi tiga yaitu besi, plastik, dan kertas,” terangnya.

Sistem penjualannya sendiri, masyarakat yang menjadi nasabah akan menyetorkan sampah dengan tiga kategori tadi, hasilnya bisa ditabung dalam rekening bank sampah dan sewaktu-waktu bisa diambil.

Setelah diklasifikasi menjadi tiga kategori Dwi masih memilah-milah kembali untuk dijual ke pengepul. Ia bisa menjual satu sampai dua kali dalam sebulan tergantung jumlah sampah yang dikumpulkan.

Saat ini, Bank sampah “Maju Mapan 5758” tersebut mempunyai 54 nasabah di Desa Jukung dan sekitarnya. Dan dalam sekali penjualan pihaknya mampu menghasilkan satu sampai dua juta rupiah.

“tujuan kita tidak hanya bisnis, tapi juga sosial dan kreatifitas seperti pembuatan pupuk kompos,” tegas mahasiswa UMK kudus ini.

Bank sampah yang masih berumur sekitar empat bulan ini sudah masuk dalam jangkauan koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Dan beberapa kali diundang untuk ikut merumuskan konsep pengelolaan sampah.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan