Lima Perda Dibatalkan, Pemkab Rembang Lakukan Tiga Hal

Kamis, 23 Juni 2016 | 10:11 WIB
Cetak layar unduhan daftar perda di Kabupaten Rembang yang dibatalkan oleh Pemerintah Pusat, sebagaimana diunggah di laman resmi Kementerian Dalam Negeri, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Cetak layar unduhan daftar perda di Kabupaten Rembang yang dibatalkan oleh Pemerintah Pusat, sebagaimana diunggah di laman resmi Kementerian Dalam Negeri, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lima peraturan daerah (Perda) Kabupaten Rembang dibatalkan oleh Pemerintah Pusat sebagaimana publikasi resmi pada laman resmi Kementerian Dalam Negeri, baru-baru ini.

Siaran tersebut sekaligus meluruskan kabar sebelumnya yang berkembang di media yang menyebut ada dua Perda Kabupaten Rembang yang kena pembatalan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Lima Perda yang diminta dibatalkan antara lain Perda Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Perda Nomor 6 Tahun 2008 tentang Penggantian Biaya Cetak Dokumen Kependudukan dan Akta Catatan Sipil.

Selain itu, juga Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, serta Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hari Susanto mengatakan, pemerintah setempat akan melakukan tiga hal antara lain meninjau ulang perda-perda tersebut.

“Berikutnya, yang hanya perlu direvisi, maka direvisi. Tapi jika bertentangan dengan ketentuan di atasnya maka perda tersebut akan dihapus,” ujar dia kepada reporter mataairradio.

Sampai dengan Kamis (23/6/2016) pagi, pihak Pemerintah Kabupaten Rembang, kata Hari, masih sedang menyesuaikan sejumlah kewenangan dan mengacu aturan di atasnya, guna merespon pembatalan lima perda tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan