Terjatuh Saat Lepas Jaring, Nelayan Pacar Hilang Tenggelam

Selasa, 16 Desember 2014 | 16:30 WIB
Anggota Kamla TNI AL  bersma pemilik kapal KM. Sido Lestari sedang berkoordinasi dengan memonitor pencarian melalui radio HT. (Foto:Pujianto)

Anggota Kamla TNI AL bersama pemilik kapal KM. Sido Lestari sedang berkoordinasi dengan memonitor pencarian melalui radio HT. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang nelayan awak Kapal Motor (KM) Sido Lestari dari Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang dilaporkan tenggelam dan hilang setelah terjatuh dari bahteranya di Perairan Rembang pada Senin (15/12/2014) sekitar pukul 12.30 WIB.

Korban yang bernama Lastono (18), tenggelam dan hilang di perairan laut berjarak sekitar 40 mil atau 70 kilometer dari bibir Pantai Rembang.

Hingga Selasa (16/12/2014) pagi, sekitar 30 kapal nelayan masih secara bersama-sama mencari warga Kelurahan Pacar tersebut.

Suhadi, tokoh nelayan Kelurahan Pacar mengaku telah memonitor perkembangan upaya pencarian melalui radio komunikasi bersama pemilik KM Sido Lestari, Syamsul Kani.

“Awalnya, KM Sido Lestari berangkat melaut pada Minggu (14/12/2014) siang dari kawasan Pelabuhan Tasikagung. Nahkodanya Matukin, berangkat bersama sekitar 12 orang awak,” ungkap Suhadi.

Setelah di posisi 40 mil pada Senin (15/12/2014) sekitar pukul 12.30 WIB, korban ikut melepas tali jaring. Namun korban diduga ikut tertarik tali jaring sehingga korban jatuh ke laut tenggelam.

“Sejumlah awak kapal lainnya langsung berusaha mencari jatuhnya korban, akan tetapi tidak segera muncul di permukaan. Atas kejadian itu, Nahkoda langsung menginformasikan kejadian tersebut melalui radio komunikasi,” sambungnya.

“Perkembangan terakhir, ada sekitar 30 kapal nelayan memutuskan berhenti mencari ikan dan langsung ikut membantu pencarian korban di sekitar lokasi. Menurut rencana, upaya pencarian korban akan dilakukan hingga 3 hari ke depan,” tegasnya.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letda (Laut) Hartono mengaku telah mengontak beberapa kapal yang melaut di dekat kawasan perairan tersebut untuk membantu melakukan pencarian.

“Pantauan melalui radio kami, ada banyak kapal berbobot mati 28 GT dari Kelurahan Tanjungsari dan Pacar, yang kebetulan melaut di dekat lokasi tenggelamnya korban. Kita minta untuk ada bantuan pencarian,” ungkapnya.

Menurut Hartono, pada saat kejadian hingga sekitar pukul 16.00 WIB, cuaca laut sedang berubah secara ekstrem dengan gelombang lumayan tinggi, padahal dua hari sebelumnya ombak relatif landai.

“Karena cuaca akan menjadi cepat berubah, maka kami minta kepada nelayan Rembang saat ini sedang berada di tengah laut, agar secara intens memperhatikan petunjuk kami soal cuaca, melalui radio komunikasi,” pungkasnya.

 

Penulis: Akhmad Muhtarom
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan