Lelah, Honorer K2 Rembang Tak Ikut Demo Jakarta

Senin, 25 Januari 2016 | 15:43 WIB
Ilustrasi. Logo Korpri

Ilustrasi. Logo Korpri

 

SALE, mataairradio.com – Rencana honorer kategori dua (K2) melakukan aksi demo besar-besaran di depan Istana Negara, Jakarta, pada 10 Februari 2016 hampir pasti tidak diikuti oleh mereka yang dari Kabupaten Rembang.

Ketua Forum Honorer K2 Rembang Paidi kepada reporter mataairradio, Senin (25/1/2016) pagi menyatakan lelah dengan janji dari Pemerintah yang sering dibuat, tapi justru dilanggar sendiri.

Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi sempat berjanji mengangkat honorer K2 jadi CPNS mulai 2016. Janji tersebut dibuat saat berlangsung aksi demo honorer K2 di Jakarta pada tahun lalu.

Namun, tidak lama setelah janji itu, Yuddy justu menyebut rencana pengangkatan bertahap itu batal dilakukan mulai tahun ini karena anggarannya belum mampu dikaver di APBN 2016.

“Kasihan guru atau tenaga honorer. Gajinya kecil tapi harus wira-wiri Jakarta untuk demo. Jujur kami lelah. Pasrah saja. Semoga Pemerintah segera terbuka hatinya,” katanya.

Sri Manfaati, guru honorer K2 yang mengajar di SD Negeri 2 Sale menyesalkan sikap Pemerintah Pusat yang plin-plan. Menurutnya, Pemerintah tidak peduli pada nasib honorer seperti dirinya. Buktinya, janji yang sudah sering dilontarkan, justru diingkari.

Ia mengaku sudah mengabdi sebagai guru sejak 1987 dengan nilai gaji yang tak seberapa. Harapan agar honorer K2 diangkat menjadi CPNS secara bertahap mulai tahun 2016 hingga 2019, begitu diharapkannya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Soal rencana demo di Jakarta, ia mengaku mendukung. Tapi karena sudah merasa tua, ia pasrah saja kepada honorer K2 yang masih muda. Ia hanya akan membantu dengan doa. Namun sampai saat ini, ia belum mendengar adanya rencana keikutsertaan honorer K2 Rembang pada demo Jakarta.

“Pemerintah mana janjinya. Kemarin janji mau ngangkat (CPNS), tapi kok malah nggak jelas begini. Soal demo, saya dukung. Tapi saya tidak bisa ikut soalnya sudah keluarga, punya anak. Kami bantu doa saja,” katanya.

Pada pemberitaan media, Ketua Tim Investigasi Forum Honorer K2 Indonesia Riyanto Agung Subekti mewajibkan seluruh honorer K2 hadir untuk ikut aksi di depan Istana Negara. Istana dipilih sebagai sasaran utama karena Presiden Jokowi dianggap yang bisa menyelesaikan masalah K2.

Selain masalah honorer K2, kecurangan rekrutmen CPNS 2013, juga akan dibawa ke Mahkamah Internasional melalui ILO (International Labour Organization). Menurut Agus alias Itong, ILO perlu ikut campur dalam permasalahan ini, karena sudah menyangkut hajat hidup orang banyak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan