Lebaran, Stok Elpiji Rembang Ditambah 57.487 Tabung

Senin, 11 Juni 2018 | 14:52 WIB

SPBE milik PT Indah Sri Rejeki Rembang. (Foto dikutip dari https://id.foursquare.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Stok elpiji bersubsidi kemasan tabung tiga kilogram di Kabupaten Rembang diklaim akan aman selama Lebaran 1439 Hijriyah.

Klaim itu setelah Rembang mendapat tambahan kuota 15 persen dari rata-rata konsumsi bulanan. Tambahan itu senilai 57.487 tabung karena konsumsi rata-rata bulanan 383.250 tabung.

Namun problemnya, menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Rembang Akhsanuddin, kadang pangkalan menjual lebih banyak ke pengecer.

Dampaknya, pasokan untuk warga setempat, malah kosong. Belum lagi, muncul pedagang dadakan menjelang Lebaran. Meski demikian, tambahan 15 persen dari stok reguler sudah cukup.

“Tambahan kuota elpiji sebesar 15 persen itu sudah berlaku efektif di Rembang. Paling tidak sampai sepekan setelah Lebaran,” katanya.

Menurutnya, tambahan kuota ini diikuti dengan penerjunan tim pengendali kelangkaan dan harga dari Pemkab dan Polres Rembang.

Hingga Senin (11/6/2018) ini, indikasi kelangkaan belum terpantau. Namun soal harga, masih cukup tinggi, yakni di kisaran Rp20.000, bahkan ada yang sampai Rp22.000 per tabung.

Padahal, menurut ketentuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, harga eceran tertinggi (HET) elpiji bersubsidi Rp15.500 per tabung.

“Dengan tim pengendali, kami optimitis tidak akan sampai terjadi kelangkaan elpiji tiga kilo,” tegasnya.

Di Rembang, jatah elpiji melon selama setahun pada 2018 sebanyak lebih dari 4,5 juta tabung atau 13.797 metrik ton. Distribusinya dilakukan melalui enam agen dan 258 pangkalan.

Enam agen adalah PT Mekar Daya Indah, PT Hamida Putra Mudrika Adi, PT Candi Jaya Makmur Sentosa, PT Lintang Sekar Widuri Utami, PT Pantja Ubaya Paksi, dan PT Ratih Rekyan Anantavera.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan