Lazisnu Rembang Layani Gratis Penghapusan Tato

Selasa, 9 Juli 2019 | 16:28 WIB

Arif Bahtiar, salah satu kru MataAir Radio yang menjadi Peserta Pertama Hapus Tato Lazisnu Rembang, pada Selasa (9/7/2019) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lembaga Amil Zakat Infak Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Rembang membuka program penghapusan tato secara gratis bagi masyarakat.

Program ini adalah salah satu bentuk implementasi pemberdayaan bagi masyarakat oleh NU beserta Badan Otonom (Banom) di bawahnya.

Muhamad Naf’an Fuadi Ketua Program Penghapusan Tato Gratis menjelaskan, program ini dimulai pada Selasa (9/7/2019) pagi.

Rencananya jadwal pelayanan, akan buka setiap hari di sebelah Kantor Lazisnu Rembang, yakni di sebelah barat masjid Al-Burhan Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang atau Perempatan Pasar Pentungan ke utara sekira 100 meter.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 200 peserta yang daftar ingin menghapus tato di badannya. Di hari pertama program ini, timnya menangani tiga pasien yang menghapus tato.

Untuk pendaftarannya, masyarakat bisa mendaftarkan diri secara online yang dalam waktu dekat ini akan diumumkan alamat ataupun nomor telepon genggam narahubung melalui beberapa media sosial.

“Proses penghapusan tato sendiri sangat cepat karena menggunakan alat yang cukup canggih berupa laser. Dalam prosesnya titik tato di tubuh akan ditembak dengan laser sebanyak lima ribu kali,” ungkapnya.

Naf’an memberi syarat bagi warga yang ingin menghapus tato di tubuhnya yaitu harus berwudlu terlebih dahulu, kemudian ketika proses penembakan laser disarankan membaca istighfar dan ada keinginan dari yang bersangkutan untuk membersihkan diri.

Kader GP Ansor ini menjelaskan, motivasi menghapus tato sangatlah penting karena berkaitan dengan niat dan salah satu niat dalam program ini adalah mengamalkan serta mengimplementasikan hukum bersuci (thoharoh).

Menurutnya penghapusan tato sebagai simbol untuk bersuci dan itu adalah salah satu ajaran bagi umat agama Islam.

“Kita mengamalkan ajaran orang tua kita terdahulu, kalau menghapus tato kan seperti kembali ke fitrah kita yaitu kulit yang awalnya putih mulus seperti yang diberikan Tuhan saat lahir,” jelasnya.

Arip Susatyo warga Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang mengaku ingin berhijrah dan membersihkan diri, salah satunya dengan membersihkan tato yang ada di kakinya.

Dirinya mengaku menggambar tato sejak 2016 pada waktu masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi.

“Ya ingin hijrah dan membersihkan diri, Alhamdulillah tidak sakit kok hanya sedikit panas. Bismillah saja,” ungkapnya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhamad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. Ridwan

    Juli 11, 2019 at 8:49 pm

    Cara daftar bagaimana mas.?

    Reply
  2. Agus sulistiyo

    Juli 11, 2019 at 10:39 pm

    Cara daftar gimana

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan