Layani Wajib Pajak Secara Online, KP2KP Rekrut 43 Relawan Pajak

Jumat, 7 Februari 2020 | 12:59 WIB

Relawan Pajak di Kabupaten Rembang. 2020. (Foto: dok KP2KP Rembang)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Rembang merekrut 43 relawan pajak dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE YPPI) Rembang untuk membantu wajib pajak di Kabupaten Rembang melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan secara daring (online).

Kepala KP2KP Rembang Tulus Danaarta menyatakan dari 43 mahasiswa STIE yang direkrut tersebut 20 orang ditepatkan di Kabupaten Rembang, 20 orang lainnya ditempatkan di Kabupaten Pati serta tiga orang untuk Kabupaten Blora.

Dirinya menambahkan dengan adanya relawan pajak ini memudahkan para wajib pajak untuk melaporkan SPT di mana saja tidak harus datang ke kantor KP2KP. Dan wajib pajak bisa menemui relawan pajak di kantor kecamatan se Kabupaten Rembang pada hari Selasa, Rabu dan Kamis untuk berkonsultasi berapa pajak yang harus dikeluarkan. Dan wajib pajak bisa diajari cara untuk menghitung berapa dirinya harus membayar.

“Pada prinsipnya, pembayaran pajak bisa dilakukan secara online, namun jika wajib pajak belum mengerti cara menghitung atau bagaimana cara membayarnya bisa minta bantuan relawan pajak yang kita tempatkan di kantor kecamatan pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis,” ungkapnya.

Program relawan pajak ini selama tujuh minggu atau satu setengah bulan mulai dari pertengahan Februari sampai akhir Maret 2020 mendatang.

Dirinya menambahkan jika mahasiswa yang ikut dalam relawan pajak diberi pembekalan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan pajak selain itu ilmu yang dipelajari di kampus mereka rata-rata berhubungan dengan perpajakan.

“Ya Rabu (5/2/2020) kemarin diberi pembekalan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) pajak Jateng 1 dan penyerahan mahasiswa oleh STIE Rembang,” tegasnya.

Dirinya berharap dengan adanya relawan pajak, masyarakat wajib pajak terbantu dalam melaporkan SPT Tahunan, apalagi di waktu-waktu tertentu pelayanan di kantor KP2KP sangat padat dan mengalami antrian yang panjang sehingga salah satu solusi yang diambil adalah jemput bola dengan menempatkan relawan pajak di beberapa titik strategis seperti di kantor kecamatan.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan