Launching Nasional Santriversitas, Gus Mus Ingatkan soal Niat

Selasa, 3 April 2018 | 20:27 WIB

Kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) memberikan tausiah saat peluncuran secara nasional Santriversitas di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Selasa (3/4/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lembaga bimbingan belajar untuk para santri yang ingin melanjutkan studi pada jenjang pendidikan tinggi, Santriversitas, diluncurkan secara nasional di Kabupaten Rembang, Selasa (3/4/2018) siang.

Launching digelar di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. Yayasan MataAir Indonesia dan Gerakan Pemuda Ansor tampak mendukung launching nasional Santriversitas tahun 2018.

Terpantau hadir, Ketua Umum Santriversitas Chumaedi, Ketua Yayasan MataAir Indonesia Achmad Solechan, dan Koordinator Wilayah Jateng pada Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Mujiburrachman.

Tampak juga di antara undangan, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kapolres AKBP Pungky Bhuana Santoso, dan Kiai Chatib Mabrur; pengasuh Pesantren Al-Abidin (tempat pelaksanaan Santriversitas di Rembang, red.).

Launching ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan MataAir Indonesia lalu menyerahkannya kepada Kiai Ahmad Mustofa Bisri selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan MataAir Indonesia.

Kiai Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus ketika memberikan tausiah seusai acara potong tumpeng meminta para pemangku di Santriversitas agar menanamkan niat secara benar.

“Saya minta pertama kali, yang harus Anda tanamkan adalah niat. Niat ini yang akan membimbing kita,” katanya.

Menurutnya, dahulu, santri zaman old ketika berangkat ke pesantren berniat secara sederhana yakni menghilangkan kebodohan, padahal kebodohan tidak bisa hilang.

Ia pun berharap santri di Santriversitas meniatkan yang sama.

“Semakin pandai, Anda merasa bodoh. Anda boleh tidak sekolah, tapi tidak boleh berhenti belajar. Banyak yang berhenti belajar karena merasa pandai,” tandasnya.

Gus Mus mengingatkan, jika yang diniatkan hanya duniawi, maka mungkin dunia didapat, tetapi urusan akhirat bisa keteteran.

“Orang Islam sekarang, karena niatnya salah, kalau bicara soal masa depan selalu berhenti pada usia tua. Padahal menurut Islam, masa depan itu adalah hari akhir,” tuturnya.

Tahun ini, Santriversitas hadir di 13 kabupaten/kota di Indonesia, meliputi Rembang, Demak, Cirebon, Sleman, Bantul, Magelang, Depok, Serang, Ambon, Jakarta Barat, Blora, Semarang, dan Malang.

“Santriversitas ini untuk mengantarkan santri supaya bisa mendapatkan hak belajar di pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, universitas,” kata Ketua Umum Santriversitas, Chumaedi.

Di Rembang, Santriversitas akan digelar mulai 15 April hingga 5 Mei mendatang.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan