Larangan Berlaku, Truk Barang Pantura Rembang Dirazia

Sunday, 12 July 2015 | 14:58 WIB
Truk jasa pengiriman tengah melintasi Jalur Pantura Minggu (12/7/2015) atau H-5 .  (Foto: Rif)

Truk jasa pengiriman tengah melintasi Jalur Pantura Minggu (12/7/2015) atau H-5. (Foto: Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Armada angkutan barang selain sembako dan bahan bakar minyak resmi dilarang melintasi Jalur Pantura mulai Minggu (12/7/2015) atau H-5. Petugas dinas perhubungan dan polisi mengencangkan razia terhadap angkutan barang yang masih nekat melintasi Jalur Pantura Rembang.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono menilai pengemudi angkutan barang sudah tertib. Mereka sudah tak melintas, meski ada satu-dua yang masih. Menurutnya pangkalan truk milik Pemerintah di Sendangasri-Lasem dan pangkalan swasta sudah mulai penuh.

“Di pangkalan truk Sendangasri ada tiga petugas parkir, yang piket secara bergantian. Di pangkalan swasta, biasanya pengelolanya sudah mengawasi. Tetapi pengurus armada bisa sesekali mengecek. Mulai hari ini, truk barang dilarang melintas. Pantauan saya sopir-sopir lumayan patuh. Memang ada satu-dua yang melintas,” katanya.

Kepala Pos Lalu Lintas Lasem Ipda Heri Yulianto mengaku langsung mengarahkan armada angkutan barang non-sembako dan BBM untuk masuk segera ke pangkalan, ketika kedapatan masih melintas. Angkutan barang dilarang melintas mulai H-5 ini hingga H+3 Lebaran.

Mereka diarahkan masuk ke pangkalan truk di Sendangasri-Lasem atau ke pangkalan swasta di Pohlandak dan Sumberagung-Pancur serta di Pamotan. Dia menyebutkan, armada angkutan yang masih melintas, umumnya karena sedang dalam perjalanan pulang ke daerah Lasem dan sekitarnya.

“Kami giatkan penertiban. Kalau yang kedapatan bukan angkutan sembako atau BBM, kita langsung arahkan masuk pangkalan. Ada beberapa yang masih melintas, tapi kebanyakan yang mau pulang ke Lasem dan sekitarnya,” terangnya.

Heri menambahkan, selain pangkalan truk milik pemerintah dan swasta di Lasem dan Pancur, SPBU di wilayahnya juga sudah membuka layanan parkir bagi truk. Di bagian dalam SPBU Tasiksono misalnya, malah sudah penuh truk yang parkir.

Sementara itu, sampai dengan H-5 ini, arus mudik Lebaran melonjak 25 persen dibandingkan hari-hari biasa. Dinas Perhubungan memprediksi arus mudik akan mencapai puncaknya pada 16 Juli nanti karena bareng dengan cuti Lebaran.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan