Diduga Laporan Palsu Perampokan, Polisi Rembang Cecar Sopir

Sabtu, 13 Desember 2014 | 18:42 WIB
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Rembang Iptu Eko Adi Pramono. (Foto:Pujianto)

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Rembang Iptu Eko Adi Pramono. (Foto:Pujianto)

 
KALIORI, mataairradio.com – Polisi Rembang mencecar dua orang sopir truk yang datang melapor, mengaku telah menjadi korban perampokan di Jalur Pantura wilayah Desa Purworejo Kecamatan Kaliori pada Sabtu (13/12/2014) pukul 01.30 WIB dini hari.

Mereka dicecar, lantaran polisi menganggap janggal laporan itu karena fakta-fakta yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Dua sopir yang bernama Iswan dan Joko Susilo itu mengaku telah dirampok oleh kawanan bersenjata. Truk yang dikemudikan masing-masing sopir itu diminta paksa.

Namun menurut Kasatreskrim Polres Rembang Iptu Eko Adi Pramono, berdasarkan investigasi polisi di lapangan, terdapat banyak kejanggalan, misalnya tak ada saksi yang menyebut ada truk dan aksi perampokan pada jam tersebut. Kebetulan, aksi perampokan dilaporkan terjadi di sekitar SPBU Purworejo.

Dua orang sopir, warga Kaliampo Desa Wangunrejo Kecamatan Margorejo Pati itu, justru disinyalir berusaha memindahtangankan truk kreditan dengan menciptakan alibi dirampok.

“Di awal, kami sempat menduga laporan sopir itu berkaitan dengan aksi debt collector, namun belum ada indikasi ke arah itu,” ungkapnya.

Dalam percakapan dengan wartawan, Kasatreskrim juga mensinyalir, upaya dua orang sopir dalam memberi laporan korban perampokan itu, hanya demi mendapatkan pertanggungan atau klaim dari pihak asuransi. Sinyal ini didasarkan pada objek truk yang masih baru alias keluaran 2014.

Truk yang dilaporkan telah dirampok itu adalah jenis Mitsubishi bernomor polisi K 1802 CS dan jenis Toyota Dyna, bernomor polisi K 1998 BS. Iptu Eko pun mengonfirmasi, salah seorang sopir yang bernama Iswan, disinyalir sebagai anggota di jajaran Kepolisian Resor Pati.

“Dalam hal laporan palsu, kami telah membekali para kepala unit di setiap polsek, agar berhati-hati menerima aduan. Jangan gampang dimanfaatkan oleh mereka yang semata mencari keuntungan,” katanya sembari menambahkan bahwa kasus itu sendiri sempat ditangani Polsek Kaliori sebelum ditanganinya.

Kasatreskrim mengaku mempertimbangkan menjerat kedua sopir itu dengan pasal pidana keterangan palsu, jika laporan mereka dibuat-buat. Polisi masih mendalami tuntas laporan kedua sopir tersebut hingga Sabtu (13/12/2014) sore.

Informasi yang dihimpun mataairradio, saat pertama kali melapor, kedua sopir mengaku berjalan beriringan dengan truk masing-masing. Mereka hendak menuju Cepu guna mengangkut muatan pasir. Namun sesampainya di lokasi kejadian, korban mengaku dipepet oleh mobil jenis Toyota Innova.

Begitu kedua sopir berhenti, empat orang penumpang di mobil Innova pun turun dan salah satunya segera mengacungkan pistol jenis FN ke Joko Susilo. Kawanan pelaku segera meminta kunci kontak truk. Hal yang sama juga disebut dilakukan pelaku kepada Iswan yang berhenti di belakang truk Joko.

Setelah mendapatkan kunci kontak, truk Joko dan Iswan segera diambil alih oleh dua dari empat orang pelaku dan membawanya kabur ke arah Surabaya. Dua orang sopir itu pun mengaku ditinggal begitu saja di tepi jalan, tanpa dilukai.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan