Landoh-Sekararum Kian Parah, Warga Sumber Merasa Dianaktirikan

Kamis, 8 Januari 2015 | 15:42 WIB
Kerusakan jalan pada ruas Landoh hingga Sekararum kian parah. (Foto:Pujianto)

Kerusakan jalan pada ruas Landoh hingga Sekararum kian parah. (Foto:Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Kerusakan jalan pada ruas Landoh hingga Sekararum kian parah. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan titik jalan yang sudah berlubang, menjadi semakin berpotensi membahayakan pengendara.

Titik kerusakan baru di ruas itu pun bermunculan. Sementara, Pemerintah sudah sejak 2012 berjanji, akan memperbaiki ruas jalan sepanjang 13 kilometer ini secara keseluruhan.

Namun hingga akhir 2014, baru sekitar 1,5 kilometer di antaranya yang diperbaiki dengan pembetonan.

“Kami, warga di Kecamatan Sumber merasa dianaktirikan oleh Pemkab Rembang,” ujar Margono, warga Desa Megulung.

Dia menyebut, Pemerintah mestinya tidak sampai menunggu warga berteriak, agar jalan diperbaiki.

“Anggota dewan dari daerah ini pun seperti tak peduli, padahal mereka dibayar dengan gaji tinggi dan tunjangan banyak,” ungkapnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Rembang Raharjo tidak bisa memastikan, kapan perbaikan jalan di ruas Landoh-Sekararum dilakukan secara total.

“Yang jelas, ada alokasi anggaran untuk perbaikan ruas tersebut di tahun ini,” ungkap Raharjo.

Dia mengungkapkan, anggaran yang tersedia mencapai Rp3 miliar. Menurut rencana, perbaikan akan kembali dilakukan dengan dua pilihan, antara dibeton atau diaspal dengan lapis hotmix.

“Sampai dengan Kamis (8/1/2015) pagi, belum ada kecenderungan opsi yang dipilih,” tandasnya.

Sebagaimana komitmen Pemerintah saat pertemuan di Lantai IV Kantor Bupati, Selasa 6 Januari kemarin, pekerjaan yang dibiayai dengan APBD 2015 akan mulai dilelang pada awal tahun ini.

Sementara itu, 1,5 kilometer ruas jalan yang sudah diperbaiki dengan pembetonan, masing-masing berada di ruas Landoh hingga Bogorame, Grawan, dan Megulung.

Namun, pembetonan di tiga titik itu pun, sudah mulai rusak karena ditemui retak yang cukup panjang.

Beberapa warga lain khawatir, ketika perbaikan di titik lain di lakukan, ruas yang sudah ditangani, justru sudah kembali rusak.

Sementara masa jabatan dari Kepala Daerah Rembang sudah akan berakhir 20 Juli mendatang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan