Lagi-lagi Puluhan Botol Miras Disita dari Warung Kopi

Jumat, 25 November 2016 | 20:49 WIB
Kapolsek Sulang AKP Haryanto menenteng minuman beralkohol tinggi yang diamankan dari sebuah warung kopi di wilayah Desa Jatimudo Kecamatan Sulang, Kamis (24/11/2016) malam. (Foto: Pujianto)

Kapolsek Sulang AKP Haryanto menenteng minuman beralkohol tinggi yang diamankan dari sebuah warung kopi di wilayah Desa Jatimudo Kecamatan Sulang, Kamis (24/11/2016) malam. (Foto: Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Puluhan botol minuman beralkohol tinggi (miras) diamankan dari warung kopi “Dessy” di bilangan Desa Jatimudo Kecamatan Sulang melalui sebuah operasi pada Kamis (24/11/2016) malam.

Usaha warung kopi ini milik Desi Anjaini, warga Dukuh Ngampel Desa Crewek Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan, tetapi bangunannya milik Tarno, warga desa setempat.

Kapolsek Sulang AKP Haryanto yang memimpin operasi malam itu menyita sembilan botol vodka, empat botol bir, enam botol bir, dan beberapa botol miras jenis lainnya dari warung kopi tersebut.

“Kami amankan barang bukti dan pemilik usaha warung kopi ke Polsek Sulang guna pemeriksaan lebih lanjut. Memang pelanggaran Tipiring,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, operasi yang dilakukannya secara gabungan dan turut dipimpin oleh Komandan Koramil Sulang Kapten Arm Sutrisno ditempuh untuk menekan peredaran miras.

“Kami ingin terus mengurangi peredaran miras di warung-warung kopi dan tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Sulang,” tandasnya.

Sebelumnya, petugas dari Kepolisian Sektor Sulang menyita puluhan botol miras berbagai jenis dari sebuah warung kopi milik Supriyanto (38) warga Desa Kemadu Kecamatan Sulang.

Ketua Paguyuban Warung Kopi “Pesona” Kabupaten Rembang Jowansyah mengakui sulit mengontrol seluruh warung kopi sehingga seluruhnya bebas dari peredaran miras.

Namun, ia menyatakan sudah mengimbau para pelaku usaha warung kopi agar tertib pada aturan antara lain dengan tidak menjual miras di tempat usaha mereka.

“Tetapi memang ada yang patuh dan ada yang membandel. Kami sebatas mengingatkan. Tapi jika terus ngeyel, kami keluarkan dari paguyuban,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan