Lagi-lagi Demo di Rembang, Kali Ini Mahasiswa PMII Melabrak ke Gedung DPRD

Rabu, 13 April 2022 | 16:06 WIB

Unjuk rasa oleh mahasiswa di Rembang beratribut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di luar halaman Gedung Kantor DPRD setempat, Rabu (13/4/2022) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

KOTA, mataairradio.com – Aksi demo oleh para aktivis mahasiswa kembali menyeru di Kabupaten Rembang, pada Rabu (13/4/2022) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Aksi yang sama sebelumnya dilakukan oleh kalangan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada, Senin (11/4/2022) lalu.

Kali ini adalah mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rembang, melabrak Gedung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang untuk menyampaikan tuntutan-tuntutan.

Sebelumnya, mereka berkumpul di Alun-alun Rembang, kemudian melakukan aksi long march menuju ke Gedung Kantor DPRD setempat.

Massa unjuk rasa melakukan aksi long march melewati Jalan Pos Daendels atau Jalur Pantura, sehingga lalu lintas di jalan itu sempat terhambat, namun tidak sampai mengalami kemacetan.

Sepanjang perjalanan, massa yang berjumlah 80 orang kader PMII Rembang itu berjalan sembari membentangkan sejumlah poster dan ada di antaranya yang menyuarakan orasi dengan menggunakan pengeras suara.

Di antara sejumlah poster yang dibentangkan oleh mahasiswa pendemo, salah satunya ada yang bertuliskan “Ini Indonesia Kok Jadi Ladang Mafia?!”.

Sesampainya di depan Gedung DPRD Rembang, para mahasiswa sudah disambut oleh 80 personel polisi beserta dua ekor anjing pelacak untuk menjaga keamanan selama aksi unjuk rasa berlangsung.

“Ada tujuh tuntutan yang kami suarakan, untuk menanggapi isu di masyarakat yang dianggap memberikan efek terhadap masyarakat kecil yakni dalam hal pereknomian,” jelas M. Heryan Mushozin salah satu koordinator aksi massa.

Tujuh tuntutan itu berisi tentang, supaya dilakukan pengusutan yang tuntas atas kelangkaan minyak goreng beserta oknum atau mafia di belakangnya, mendesak pemerintah menstabilkan harga sembako, dan mengontrol ketersediaan BBM dan Gas LPG subsidi di Kabupaten Rembang.

Kemudian juga berisi ihwal, permintaan terhadap pemerintah untuk mengontrol ketersedian minyak goreng di setiap daerah, meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja menteri yang tak mampu mengelola kebijakan dan mempercepat pemulihan perekonomian nasional di masa pandemi serta menindak tegas pejabat yang tidak bisa bekerja dan justru membuat gaduh.

Selama aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Mahasiswa PMII Rembang di tepi jalan pantura depan DPRD Rembang, berlangsung kondusif dan tidak sampai terjadi ketegangan.

Massa aksi sempat mengancam akan memblokade jalan, apabila tidak segera ditemui oleh perwakilan anggota dewan dari DPRD Rembang. Namun tak berselang lama, Ketua DPRD Rembang Supadi dan Wakil Ketua Ridwan turun dari gedung untuk menemui massa di depan pagar.

“Terkait dengan sembako, hal-hal yang terkait dengan naiknya harga-harga barang dan seterusnya. Kalau memang teman-temanku mahasiswa hari ini tidak bergerak, mungkin hari ini yang langka hanya minyak goreng, tetapi selanjutnya susu juga bisa langka,” ujar Ridwan saat memberi tanggapan di hadapan puluhan mahasiswa pendemo.

Setelah pihak perwakilan dari DPRD Rembang siap menindak lanjuti untuk menyampaikan tuntutan ke DPR RI dan sudah terjadi kesepakatan, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Tampak Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan dan Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Kav Donan Wahyu Sejati memimpin secara langsung upaya pengamanan selama aksi demontrasi berlangsung.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan