Lagi, Embung Tak Berpagar Renggut Nyawa

Senin, 11 Mei 2015 | 17:36 WIB
Ilustrasi (Foto: chiangraitimes.com)

Ilustrasi (Foto: chiangraitimes.com)

SULANG, mataairradio.com – Embung tak berpagar kembali merenggut nyawa. Kali ini terjadi di embung Desa Bogorame Kecamatan Sulang. Korbannya bocah berusia enam tahun bernama Dony Sigit Prasetyo dan sudah duduk di bangku kelas satu sekolah dasar.

Kapolsek Sulang AKP Mohammad Mansur menuturkan, awalnya Dony dan Mohamad Alvino (5) diketahui asyik memancing di tepi embung Dusun Burjo pada Minggu (10/5/2015) sore.

“Diduga terpeleset, keduanya jatuh ke embung dan tenggelam. Alvino tertolong, sedangkan Dony tak terselamatkan,” tuturnya kepada mataairradio.

Pihak keluarga menolak autopsi terhadap Dony, sedangkan Vino dilarikan ke rumah sakit. Polisi tak bisa memaksa, tetapi yang jelas dua orang saksi yang diperiksa membenarkan, korban terpeleset sebelum tenggelam.

“Dua bilah gagang pancing berikut senarnya kami amankan sebagai barang bukti. Tidak ada tanda bekas kekerasan yang kami temukan,” ungkapnya.

Kapolsek Sulang menambahkan, air embung Dusun Burjo dimanfaatkan warga untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Menurut penuturan warga, anak-anak banyak bermain di tepi embung, terutama untuk memancing ikan.

“Idealnya embung itu dipagar keliling,” tegasnya.

Ketika anggotanya terjun ke lokasi pada petang harinya, Polsek Sulang sudah langsung memberikan saran kepada pihak desa, agar segera memagari embung, atau paling tidak memasang plang peringatan.

“Langkah tersebut penting untuk mencegah kasus yang sama terulang,” ujarnya.

Yang paling penting lagi, menurut Kapolsek, para orang tua agar meningkatkan pengawasan kepada anak-anak. Jangan sampai dibiarkan bermain di tepian embung, tanpa pengawasan.

“Mereka yang tidak bisa berenang, akan berisiko terpeleset dan tenggelam, jika asyik bermain tanpa mengenal medan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Jumat (8/5/2015) kemarin, embung tak berpagar di wilayah Desa Maguan Kecamatan Kaliori, juga menelan korban jiwa. Kala itu petani yang asyik mencuci pakaian sehabis membasmi hama, jatuh terpeleset dan tenggelam. Saat ini, rata-rata embung masih berdebit tinggi rata-rata tiga meter.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan