Jelang Laga PSIR vs Persis Solo, Polres Rembang Tambah Personel

Rabu, 25 Juli 2018 | 14:15 WIB

Polres Rembang merazia plat nomor AD jelang pertandingan PSIR melawan Persis Solo pada Rabu (25/7/2018) Sore. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Polres Rembang meningkatkan jumlah personel aparat kepolisian untuk mengamankan pertandingan PSIR melawan Persis Solo pada Rabu (25/7/2018) Sore.

Kepala bagiaon opersional (Kabag Op) pada Polres Rembang Yohan Setiajid menyatakan biasanya personel kepolisian yang diturunkan sejumlah 126, namun kali ini pihaknya menurunkan 200-an orang.

Selain itu, beberapa personel dari dari Polsek juga dimintai bantuan. Hal tersebut untuk mengantisipasi suporter Persis Solo melakukan pengrusakan di Rembang seperti saat Persis Solo melawan Kendal.

“Pengamanan kami tidak hanya pas pertandingan, namun juga pasca pertandingan,” Ungkapnya.

Yohan menambahkan, mulai Rabu pagi pihaknya sudah bersiaga diperbatasan Kabupaten Rembang dan Blora maupun Kabuaten Rembang dan Pati.

Tujuannya merazia kendaraan dengan plat nomor kendaraan luar ex-Karisidenan Pati yang kemungkinan berasal dari suporter Persis Solo.

“Kita akan melakukan penyekatan, baik lewat razia kendaraan, maupun didepan stadion tidak kita perbolehkan masuk kalau ketahuan sebagai supporter Persis Solo,” Ungkap Yohan.

Polisi nantinya akan membagi empat ring pengamanan, mulai dari titik terluar sepanjang jalur Rembang-Blora dan di dalam kota, kemudian Jln Pemuda dan Stadiun Krida.

Ia mengimbau agar penonton juga ikut menjaga keamanan dalam pertandingan sore nanti.

“langkah yang kita lakukan juga sudah kami koordinasikan dengan aparat di Solo maupun perwakilan suporter Pasopati,” pungkasnya.

 

 
Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan