Laga Kandang Sepi Dukungan Pengaruhi Semangat PSIR

Senin, 18 Juli 2016 | 14:09 WIB
Logo PSIR Rembang. (Foto: mataairradio.com)

Logo PSIR Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sukses menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1, bukan berarti melepaskan PSIR dari evaluasi. Sepinya animo dukungan penonton pada laga tersebut membetot perhatian publik.

Adalah penampakan penonton di tribun sayap dan tribun timur yang biasa dihuni suporter, sepi. Ganster yang biasanya penuh sesak di tribun timur sisi utara, tak seramai biasanya. Begitu pun kelompok suporter Rembang12, tampak kurang bergairah.

Salah seorang pengurus Ganster, Jarwanto mengakui, sepinya penonton saat laga PSIR menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Krida Rembang pada Sabtu (16/7/2016) kemarin, termasuk jumlah anggotanya yang datang memberikan dukungan secara langsung.

“Memang masih ada 300-an anggota Ganster yang datang menonton. Tetapi kami akui, jumlah itu tak seberapa, jika dibandingkan dengan jumlah yang sebelumnya,” ujarnya kepada reporter mataairradio, Senin (18/7/2016) siang.

Menurutnya, sepinya penonton termasuk suporter disebabkan oleh beberapa hal antara lain minimnya pengetahuan masyarakat mengenai jadwal laga tandang PSIR dan daya beli tiket seiring melejitnya harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini.

“Ada juga misalnya anggota kami, dulunya tidak kerja, sekarang kerja. Kerjanya dengan gaji mingguan. Sabtu biasanya gajian. Jika laga hari Sabtu, mereka terpaksa milih bekerja dibanding datang lihat bola dan mendukung PSIR,” tandasnya.

Pihaknya berharap kepada manajemen agar merespon kenyataan sepinya penonton laga kandang PSIR dengan memperbanyak pengumuman di desa-desa, bisa melalui media atau corong seperti yang dilakukan di wilayah Kota Rembang.

“Kami sadari bahwa sepinya penonton bisa mengurangi tingkat semangat para pemain. Kami melihat itu pada pertandingan kemarin. Meski secara teknis, tontotan penampilan PSIR di laga melawan PSIM sudah baik,” tegasnya.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Asisten Pelatih PSIR Rembang Hadi Surento membenarkan, kehadiran penonton yang menggelora ada dampak signifikan terhadap semangat para pemain di lapangan.

“Dulu saat saya masih menjadi pemain, semangat saya makin terlecut bila animo dukungan tinggi. Kemarin itu memang saya menilai, penonton sepi dan perlu ada penyikapan dari berbagai pihak termasuk manajemen. Saya ikut sedih,” ujarnya.

Ia pun mengakui, penampilan PSIR yang tidak stabil di masa awal kompetisi, memengaruhi perilaku sebagian masyarakat menonton laga tim yang berjulukan Laskar Dampo Awang.

“Seiring perbaikan mutu permainan dan rencana penambahan seorang striker dari luar daerah, kami berharap daya dobrak PSIR makin handal. Soal tambahan pemain depan, kami mungkin akan pakai seorang dari Jawa Timur. Masih akan kita lihat dia,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan