Kutipan Menyimpang Parkir RSUD Sering Kumat

Senin, 1 Februari 2016 | 16:04 WIB
Penampakan parkir di dekat pintu keluar areal RSUD dr R Soetrasno Rembang, Sabtu (23/1/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Penampakan parkir di dekat pintu keluar areal RSUD dr R Soetrasno Rembang, Sabtu (23/1/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kutipan parkir menyimpang atau tidak sesuai ketentuan tarif terhadap pengunjung bersepeda motor di RSUD dr R Soetrasno Rembang diketahui sering kumat.

Mereka memungut secara tertib usai ada teguran, tetapi tak selang lama pungutan menyimpang lagi.

Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas, Senin (1/2/2016) siang mengaku akan mengundang pihak dinas perhubungan selaku pengelola parkir di RSUD dalam waktu dekat.

“Tujuannya untuk merumuskan langkah terbaik guna mengendalikan penyimpangan kutipan parkir yang meresahkan publik,” terangnya.

Pihaknya memang belum sampai menerima langsung aduan mengenai pungutan parkir yang tidak sesuai dengan ketentuan atau angka yang ada di karcis.

“Informasinya, keluhan soal parkir sudah lumayan lama dirasakan oleh pengunjung atau keluarga pasien,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Rembang Suyono mengakui, tingkat kutipan parkir sepeda motor yang menyimpang perlu dikontrol setiap saat.

Ia bahkan menyebut perlu ada pengawasan secara ketat. Pihaknya pun mengancam mengeluarkan juru parkir yang nakal.

“Ya kalau melanggar terus, akan kita keluarkan dari grup (petugas) parkir di rumah sakit,” tegasnya.

Hanya saja ia mengatakan, tidak semua petugas parkir di RSUD, menyimpang atau menabrak aturan. Apalagi jumlah petugas parkir di RSUD dr R Soetrasno cukup banyak, antara 16-18 orang.

“Yang diperlukan adalah monitor secara maksimal dan tidak cukup dengan pembinaan,” tambahnya.

Suyono juga mengakui, keluhan mengenai kutipan parkir sepeda motor di RSUD, muncul setiap saat. Setelah pemberitaan mataairradio beberapa waktu lalu, pihaknya sudah tidak kencang lagi mengontrol.

“Jika sekarang ada keluhan lagi, berarti ada petugas yang kumat (nakal),” tandasnya.

Jasa parkir di tempat khusus seperti RSUD dr R Soetrasno Rembang sudah ditentukan Rp1.000 per 8 jam bagi sepeda motor.

Aturan tersebut telah sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2010. Namun oknum petugas parkir di RSUD kerap didapati nekat memungut jasa Rp2.000 per sepeda motor.

Kutipan Rp2.000 memang memungkinkan dikenakan, tapi itu pun ada ketentuannya. 8 jam pertama Rp1.000, 8 jam berikutnya tambah Rp500, dan 8 jam setelahnya tambah Rp500 lagi, sehingga bisa dikenai Rp2.000 kalau 24 jam parkir di rumah sakit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan