Guru di Rembang Belum Kantongi Buku Pegangan Kurikulum Baru

Kamis, 7 Agustus 2014 | 16:29 WIB
Sejumlah siswa SD Negeri 2 Dadapan Sedan melangsungkan kegiatan belajar mengajar di rumah warga. (Foto Ilyas)

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Para guru mata pelajaran di tingkat SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Rembang belum mengantongi buku pegangan kurikulum baru 2013, hingga Kamis (7/8) ini. Padahal, para siswa telah mendapatkan distribusi buku kurikulum baru, pada awal masuk sekolah, 14 Juli lalu.

Penanggungjawab pengadaan buku kurikulum 2013 di Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Susanto mengakui, belum dikirimkannya buku pegangan guru cukup merepotkan. Beruntung segera terbit edaran dari Menteri Pendidikan. Setiap sekolah diberi satu keping cakram digital atau CD berisi file buku.

Mereka cukup menggandakan sebanyak guru pengampu mata pelajaran kurikulum anyar. Itu pun hanya disalin dari halaman 1-16 saja. Ongkos menyalin ini dibiayai dengan dana bantuan operasional sekolah atau BOS. Sementara buku cetak dari penerbit dijadwalkan beres, pada 18 Agustus mendatang.

Susanto yang juga Manajer Dana BOS Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang menambahkan, seluruh siswa mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK sudah pegang buku kurikulum baru 2013. Namun dari berbagai jenis buku yang mestinya dipegang siswa, tinggal buku mapel agama tingkat SD saja yang belum.

Sementara menurut Santo, buku agama untuk SMP hingga SMA/SMK, telah beres seluruhnya. Pihaknya pun memastikan bahwa buku mapel agama untuk pemeluk Hindu, Buddha, dan Konghucu, telah diterima sekolah di masing-masing tingkatan.

Dia menyebutkan, khusus mengenai buku pegangan guru, setiap sekolah memesan masing-masing satu buku kali sembilan mata pelajaran. Namun terakhir ini, sekolah juga memesan satu kali sembilan lagi buku mapel untuk kepala sekolah. Jadi, setiap sekolah seperti SMP dan SMA/SMK memesan 18 buku.

Menurut catatan Dinas Pendidikan, jumlah buku pegangan guru yang belum diterima sebanyak 54 SMP, kali sembilan mapel, kali dua eksemplar buku, lalu 14 SMA, kali sembilan mapel, kali dua eksemplar buku, serta 22 SMK juga dikalikan yang sama.

Buku pegangan guru yang belum dikirim dan tak kunjung tuntas digarap ini, masing-masing dicetak oleh PT Sandiarta Sukses, PT Aksara Grafika Pratama, PT Acarca. Semangat kurikulum baru ini lebih membebaskan siswa berkreasi, sedangkan guru tinggal mengawasi dan mengarahkan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan