Kurikulum Baru Diterapkan di Semua Sekolah Mulai Juli

Sabtu, 29 Maret 2014 | 19:40 WIB
Manteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh ketika berbincang singkat dengan sejumlah guru di Rembang, di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jumat (28/3) siang. (Foto:Wahyu Salvana)

Manteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh ketika berbincang singkat dengan sejumlah guru di Rembang, di Aula Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jumat (28/3) siang. (Foto:Wahyu Salvana)

REMBANG, MataAirRadio.net – Penerapan kurikulum baru 2013 akan diterapkan di semua sekolah mulai Juli 2014 atau mulai tahun ajaran baru mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menyatakan hal itu seusai bersilaturahmi kepada KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus di kediaman, kompleks Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jumat (28/3) siang kemarin.

Menurut Nuh, dari awal, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama, bahwa pelaksanaan kurikulum baru 2013, dimulai pada 2014. Kurikulum anyar ini akan diterapkan di Kelas 1, 2, 4, dan 5 untuk tingkat SD/MI, Kelas 7 dan 8 untuk tingkat SMP/MTs, serta Kelas 10 dan 11 untuk tingkat SMA/MA/SMK.

Pernyataan Mendikbud tersebut sekaligus menjawab pertanyaan dari salah satu guru di Rembang, mengenai kesimpangsiuran dan ketidaktetapan informasi mengenai penerapan kurikulum 2013 di tahun ini. Nuh menargetkan, di tahun ajaran 2015/2016, kurikulum 2013 sudah diterapkan di semua sekolah dan tingkatan.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Menkominfo ini juga menitipkan pesan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, agar tak lagi ragu dalam menjelaskan jadwal penerapan kurikulum 2013.

M Nuh menambahkan, saat penerapan kurikulum baru di tahun ajaran anyar nanti, setiap siswa akan mendapat buku secara gratis. Tidak hanya siswa, tetapi juga guru. Intinya, setiap guru bakal memegang dua buku; satu buku untuk siswa dan satu buku pegangan atau panduan bagi guru.

Soal pelatihan bagi guru atau pelatih, pihak Kemendikbud tidak mengutip bayaran. Khusus terkait buku, nantinya tidak akan dikenal lagi lembar kerja siswa atau LKS. Guru cukup menggunakan buku yang dipegangnya dan buku yang diterima siswa, dalam kegiatan belajar mengajar, sehari-hari.

Mendengar penjelasan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Ilham Hamami, salah seorang guru di Madrasah Mualimin Mualimat Rembang atau M3R mengaku lega. Sebab, sebelumnya dia mengaku mendapat penjelasan yang serba tidak pasti mengenai penerapan kurikulum baru bagi sekolah yang bernaung di bawah Kementerian Agama.

Adapun soal buku siswa dan buku pegangan guru, Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Muttaqin menyebut sudah harus siap sebelum Juli 2014. Hingga Sabtu (29/3) ini, pihak Dinas Pendidikan masih menanti turunnya petunjuk teknis. Nantinya, penggunaan buku itu akan disosialisasikan kepada setiap sekolah melalui rapat koordinasi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan