Kuota Tak Terpenuhi, Empat SMK Negeri Perpanjang PPDB

Monday, 19 June 2017 | 16:57 WIB

elain SMK negeri, sejumlah SMK swasta di Kabupaten Rembang, juga terpantau kekurangan kuota peserta didik. SMK Muhammadiyah Rembang misalnya, bahkan justru sampai membuka “lapak” PPDB di SMK Negeri 1 Rembang. Tujuannya, apabila ada calon siswa yang tidak diterima atau tidak melakukan daftar ulang di SMK Negeri 1 Rembang, akan didekati oleh pihak panitia PPDB SMK Muhammadiyah guna ditawari masuk ke sekolah mereka. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Empat SMK negeri di Kabupaten Rembang terpaksa memperpanjang masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga 20 Juni 2017 yang semestinya sudah berakhir pada 14 Juni 2017 karena kuota calon siswa tidak terpenuhi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Rembang Singgih Darjanto mengatakan, empat sekolah tersebut adalah SMK Negeri 2 Rembang, SMK Negeri Sumber, SMK Negeri Gunem, dan SMK Negeri Sale.

Menurutnya, penyebab sekolah-sekolah tersebut kekurangan siswa antara lain karena perilaku calon peserta didik yang meminati jurusan-jurusan tertentu yang dianggap favorit dan sekolah favorit serta kebetulan tidak diperoleh di SMK terdekat mereka.

“Jurusan-jurusan yang difavoritkan oleh calon peserta didik adalah teknik kendaraan ringan, teknik komputer jaringan, dan permesinan. Banyak calon siswa yang mengincar jurusan itu,” kata Singgih kepada mataairradio.com pada Senin (19/6/2017) siang.

Ia mencontohkan SMK Negeri 2 Rembang. Di sekolah itu, dari empat jurusan, ada dua jurusan yang belum terpenuhi kuota peserta didiknya, yakni Nautika Kapal Penangkapan Ikan, dan Agro Bisnis Perikanan.

“Yang sudah terpenuhi kuota siswanya itu jurusan Teknika Kapal Penangkapan Ikan, dan Permesinan Kapal. Kedua jurusan itu jadi empat rombel. Tetapi kami belum jelas, apakah masing-masing dua rombel atau satu rombel dan tiga rombel. Tiap rombel 36 orang,” katanya.

Kemudian, menurut Singgih, di SMK Negeri Sumber, meski tergolong jurusan favorit; jurusan teknik kendaraan ringan dan teknik komputer jaringan, masih kekurangan siswa, sedangkan pada jurusan teknik sepeda motor sudah memenuhi dua rombel atau 72 siswa.

“Kalau yang di SMK Negeri Sale, semua jurusan belum memenuhi kuota. Ada dua jurusan di SMK Sale yaitu teknik komputer jaringan dan teknik pertambangan. Kami belum terima laporan ada berapa calon siswa yang mendaftar,” katanya.

Sementara itu, selain SMK negeri, sejumlah SMK swasta di Kabupaten Rembang, juga terpantau kekurangan kuota peserta didik. SMK Muhammadiyah Rembang misalnya, bahkan justru sampai membuka “lapak” PPDB di SMK Negeri 1 Rembang.

Tujuannya, apabila ada calon siswa yang tidak diterima atau tidak melakukan daftar ulang di SMK Negeri 1 Rembang, akan didekati oleh pihak panitia PPDB SMK Muhammadiyah guna ditawari masuk ke sekolah yang bersangkutan.

“Kalau secara kuota, kami yang di SMK Negeri 1 Rembang, sudah memenuhi. Kami telah menampung 540 siswa yang terbagi dalam 15 rombel,” pungkas Singgih.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan