Tingkat Kunjungan Wisata Masih Rendah di Rembang

Sabtu, 10 Maret 2018 | 18:24 WIB

Kampung Pechinan di Desa Karangturi Kecamatan Lasem meniadi salah satu magnet yang menarik minat kunjungan wisatawan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Rembang relatif rendah dibandingkan dengan kunjungan ke kabupaten lain sepanjang pantai utara (pantura).

Indikatornya, jumlah wisatawan yang berkunjung dan menggunakan jasa akomodasi dan penginapan hanya berkisar 70.270 ditahun 2017.

Walaupun jumlah tersebut lebih baik daripada tahun sebelumnya yaitu 62.290 pengunjung tahun 2016.

Winarso, Kepala Seksi Statistik Distribusi pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang menyatakan bahwa ada kenaikan jumlah pengunjung dari tahun ke tahun, namun masih perlu ditingkatkan.

“tiap bulan wisatawan yang berkunjung masih kisaran angka lima sampai enam ribu padahal kabupaten lain seperti Jepara dan Kudus bisa tiga kali lipat,” ungkapnya.

Winarso menambahkan bahwa Rembang memang belum menjadi tujuan wisata, karena wisatawan yang datang hanya terkesan mampir dan tidak sampai menginap.

“Rata-rata pengunjung singgah ke rembang kurang dari 24 jam sehingga tidak sampai menginap, apalagi hanya tersedia 16 hotel di Rembang,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Winaryu Kutsiyah menolak dikatakan kunjungan wisatawan rendah dengan indikator tingkat hunian hotel di Rembang.

“Wisatawan yang berkunjung lebih banyak menginap dirumah saudara, sehingga jarang yang memanfaatkan hotel sebagai tempat menginap,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Winaryu menambahkan bahwa kedepannya akan memfasilitasi biro perjalanan wisata untuk mempromosikan paket wisata di Rembang.

Dengan banyaknya kunjungan nantinya pendapatan asli daerah (PAD) juga akan naik dan membantu lapangan pekerjaan warga khususnya dalam bidang pariwisata.

 

 

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan