Kunjungan ke Situs Perahu Kuno Kalah Ramai dari Karangjahe

Sabtu, 13 Januari 2018 | 19:00 WIB

Situs perahu kuno di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Sabtu (13/1/2018). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kunjungan wisatawan ke situs Perahu Kuno kalah ramai dari Pantai Karangjahe, meskipun dua objek wisata ini sama-sama berlokasi di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang.

Idhom Surur, seorang konservator di situs tersebut menyebutkan, jumlah pengunjung rata-rata 15-20 orang per hari. Tingkat kunjungan memang meningkat 50 persen di akhir pekan.

“Ya terbilang sepi,” katanya kepada mataairradio.

Menurutnya, tidak banyak pengunjung yang berganti mengunjungi situs Perahu Kuno setelah dari Karangjahe. Ia tidak tahu persis penyebabnya, karena bukan dalam kepengelolaannya.

“Kami hanya bisa berharap ada pengembangan. Tapi semua itu tergantung Pemerintah Pusat,” katanya.

Hingga Sabtu (13/1/2018) ini, belum ada perubahan signifikan, selain penataan landscape atau pemandangan di kawasan situs ini.

“Pengunjung yang datang sebatas melihat dan melakukan penelitian sejarah,” paparnya.

M Iksan, juru pelihara yang ditunjuk oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah membenarkan masih sepinya tingkat pengunjung ke situs Perahu Kuno tinggalan abad ke-7.

Dalam sebulan, menurutnya, total pengunjung sekitar 500 orang. Pada hari libur atau hari besar, sebagaimana penjelasan Idhom, jumlah pengunjung meningkat hingga dua kali lipat.

“Angka kunjungan tergolong minim,” ujarnya.

Ia pun membenarkan, mereka yang kebanyakan berkunjung justru wisatawan luar daerah. Mereka datang berombongan dengan bus.

“Mayoritas wisatawan yang mengunjungi situs ini ialah peminat sejarah,” urainya.

Iksan yang menjadi juru pelihara sejak 2009 ini mengakui, tidak banyak pelancong Pantai Karangjahe yang mengunjungi juga situs Perahu Kuno.

“Memang kunjungan ke situs kalah ramai. Tapi nantinya akan dibikin paket wisata (dengan Pantai Karangjahe),” katanya.

Situs Perahu Kuno yang usianya disebut lebih tua dari Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah ini, ditemukan oleh warga Punjulharjo pada Sabtu 26 Juli 2008 silam.

Dari hasil uji karbon di Florida, Amerika Serikat pada tahun 2012, perahu ini dinyatakan berasal dari abad ke-7 atau era Mataram Hindu.

Hasil uji juga mengukuhkan bahwa perahu itu sebagai situs arkeologi kelautan tertua dan terutuh yang pernah ditemukan di Indonesia, sekaligus menjadi penemuan terlengkap di Asia Tenggara.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan