Sempat Diracun, Ini Kronologi Pembunuhan Rukmini

Selasa, 9 Desember 2014 | 16:21 WIB
CAPTION FOTO Barang bukti yang diamankan polisi dari lokasi kejadian dan dari tersangka pembunuh Rukmini, termasuk dua botol minuman teh dalam kemasan yang telah dicampur racun tikus, saat digelar di Mapolres Rembang, Selasa (9/12/2014). (Foto: Pujianto)

Barang bukti yang diamankan polisi dari lokasi kejadian dan dari tersangka pembunuh Rukmini, termasuk dua botol minuman teh dalam kemasan yang telah dicampur racun tikus, saat digelar di Mapolres Rembang, Selasa (9/12/2014). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Aparat Kepolisian Resor Rembang mengungkap kronologi pembunuhan Rukmini (40), warga RT 2 RW 2 Karangharjo Kecamatan Kragan, seusai penangkapan tersangka pelaku pembunuhnya, Edy Sihyanto (45), warga Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak.

Rukmini sempat diracun dengan menggunakan racun tikus yang telah dioplos dengan minuman teh dalam kemasan. Rukmini mulai berkomunikasi dengan Edy Sihyanto pada sekitar dua minggu sebelum kejadian. Korban kenal pelaku saat sama-sama berziarah di Makam Sunan Jejeruk, di Desa Bonang Lasem.

Tersangka memperkenalkan diri sebagai orang yang mampu menggandakan uang, dari sejumlah tertentu menjadi satu tas. Saat itu, Rukmini yang terbelit utang cukup banyak, mau memenuhi syarat-syarat yang diminta oleh tersangka.

Korban pun mengirimkan uang melalui transfer via rekening BRI atas nama Siti Rubiah, istri tersangka, sebesar lima juta rupiah dan disetor dua tahap; dua juta rupiah, lalu tiga juta rupiah. Selain syarat uang itu, juga bunga kantil, kopi, racun tikus, dan air.

Hingga kemudian Kamis (4/12/2014), korban kembali mendatangi kediaman tersangka di RT 7 RW 1 Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Rukmini yang datang sekitar pukul 19.30, membawa ubo rampe yang dipersyaratkan.

Kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku mengantarkan korban pulang ke Rembang dengan menumpang bus PO Sinar Mandiri. Namun sesampainya di kawasan Pos Ojek Dalan Anyar Desa Manggar Kecamatan Sluke, atau kawasan Pantai Jatisari, korban meminta turun dengan ditemani pelaku.

Korban turun dari bus dengan alasan hendak buang air kecil. Sementara pelaku yang membawa tas hitam merek Palazzo dan sempat berkata bahwa isi tas itu adalah uang, padahal tidak ada apa-apanya, membiarkan korban buang air kecil.

Sembari menunggu korban, Edy memasukkan bubuk racun tikus ke dalam minuman teh dalam kemasan. Berikutnya, korban diminta meminumnya, hingga kemudian Rukmini keracunan.

Saat racun bereaksi, pelaku menjerat leher korban dengan jaket yang dikenakan Rukmini dan membenturkan dua batu ke kepala perempuan itu hingga tewas.

Setelah korbannya dipastikan meninggal, Edy segera bergegas pulang ke Demak, hingga akhirnya pada Jumat (5/12/2014) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, seorang warga Desa Manggar Kecamatan Sluke bernama Waji (40) yang hendak buang air kecil, menemukan mayat Rukmini.

“Soal meninggalnya korban, apakah lebih karena racun tikus atau dijerat dengan jaket korban, itu masih menunggu hasil uji dari Tim Forensik Polda Jateng yang segera turun,” ungkap Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan.

Tim Reserse Mobil (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang berhasil membekuk Edy Sihyanto pada Senin (8/12/2014) sore sekitar pukul 16.00 WIB di kediaman tersangka di RT 7 RW 1 Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal mati atau seumur hidup. Tersangka kami jebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Rembang untuk kami lakukan penyidikan lebih lanjut,” tegas Kasatreskrim Polres Rembang Iptu Eko Adi Pramono.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

iklan-kandung-toko-alat-listrik

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan