Krisis, Rembang Berburu Generasi Pembatik dari Lomba

Tuesday, 6 October 2015 | 16:57 WIB
Lomba membatik tingkat pelajar dan umum di Showroom Batik Tulis Lasem, Selasa (6/10/2015). (Foto: mataairradio.com)

Lomba membatik tingkat pelajar dan umum di Showroom Batik Tulis Lasem, Selasa (6/10/2015). (Foto: mataairradio.com)

 
LASEM, mataairradio.com – Pemerintah daerah, pengusaha, dan pencinta batik di Kabupaten Rembang berburu generasi pembatik tulis lasem dari kegiatan lomba membatik. Upaya tersebut ditempuh agar kerajinan batik tulis tidak tergerus bahkan hilang ditelan zaman.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Rembang Muntoha mengatakan, pembatik tulis masih didominasi oleh mereka yang paruh baya atau berusia lanjut.

“Jika upaya mencari generasi tidak dimulai dari anak-anak sekolah, pasokan pembatik akan terhenti,” katanya.

Pemkab, menurutnya mendorong upaya mencari generasi pembatik lewat pemberian muatan lokal kepada siswa di sekolah, termasuk kegiatan ekstra kurikuler.

“Melalui lomba, anak-anak dari perajin akan lebih aktif dalam membatik,” tandasnya.

Penjabat Sementara Bupati Rembang Suko Mardiono berharap agar lomba membatik yang digelar di Lasem akan memunculkan generasi baru yang tidak sekadar bisa membatik, tetapi bisa memunculkan kreasi corak dan motif anyar.

“Koleksi motif yang ada kini, masih perlu ditambah,” ujarnya.

Menurutnya, sementara ini baru batik tulis yang diproduksi di Lasem dan Pancur yang terkenal. Di masa depan, kecamatan lain bisa saja meniru sesuai potensi daerah masing-masing.

“Industri batik bukan lagi usaha sampingan, tetapi sudah menjadi peluang yang menjanjikan jika dikelola dan dibina secara baik,” katanya.

Suko pun berpendapat, lomba membatik dan pemberian muatan lokal serupa di sekolah-sekolah, dapat menguatkan Lasem sebagai ikon batik tulis nasional.

“Selain itu, lomba dan penguatan mulok membatik di sekolah bisa mendorong kecintaan masyarakat pada batik tulis,” imbuhnya.

Lomba membatik yang digelar Selasa (6/10/2015) pagi di Showroom Batik Tulis Lasem, diikuti oleh 250 peserta dari Kecamatan Lasem, Pancur, Pamotan, dan Rembang. Lomba kali ini disebut lebih ramai peserta daripada lomba serupa tahun lalu.

Peserta dari tingkat SD berlomba membatik dengan corak latohan, sedangkan yang dari umum membatik motif sekar jagat. Tahun 2016, pihak Disperindagkop berencana menggelar lomba yang sama, di Pantai Karangjahe-Punjulharjo dengan konsep yang diklaim akan lebih meriah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan