Krisis Air, Petugas Pemadam Kebakaran Rembang Galau

Minggu, 12 Oktober 2014 | 19:49 WIB
Mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Krisis air yang terjadi di Kabupaten Rembang pada musim kemarau ini tidak hanya membikin galau warga, tetapi juga tim pemadam kebakaran di dinas pekerjaan umum (DPU) setempat.

Pasalnya, dua bak penampungan air yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan tangki dan armada pemadam kebakaran, kini mendekati krisis. Berkaca di statistik kasus kebakaran yang sudah enam kali, hanya pada kurun 12 hari di bulan Oktober, keadaan seperti ini patut segera disikapi.

Apalagi, Oktober merupakan puncak kemarau tahun ini. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memprakirakan, musim hujan di Kabupaten Rembang baru akan terjadi pada dasarian ketiga atau akhir November.

“Selama ini kita hanya ‘nyagerke’ (mengandalkan, red.) air dari bak tampung yang ada di depan kantor pemadam. Kini debitnya jauh berkurang. Dua bak kita ini, tinggal tersisa air sekitar 20.000 liter. Kalau bencana kebakaran banyak terjadi akan menjadi kendala serius,” kata Sarpani, petugas pemadam.

Pihaknya memang terbayang untuk meminta dukungan bantuan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang, guna mengantisipasi krisis air untuk keperluan pemadam kebakaran. Sepanjang yang dia tahu, akan ada pula koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Dulu sempat ada wacana dari BPBD untuk membuat tampungan khusus guna keperluan pemadam kebakaran di setiap kecamatan. Namun kini nasibnya kok saya tidak jelas. Yang pasti, saat sekarang, kami masih harus wira-wiri dari lokasi kejadian ke bak tampungan di kantor, saat pemadaman,” katanya.

Dia menegaskan, kantor pemadam memiliki sendiri sumur, namun aliran air dari sumbernya tak lagi deras karena terdampak kemarau. Tampungan pun tak segera terisi. Terlebih, ketika air belum banyak tertampung, sudah keburu dipakai untuk penanganan lagi kebakaran.

Komandan Pemadam Kebakaran yang sekaligus Kepala Bidang Kebersihan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Rembang Mohammad Rokhim mengakui, kemarau yang berlangsung ekstrem dan bencana kebakaran yang banyak terjadi, berpengaruh terhadap ketersediaan air di bak tampung.

“(Krisis air) Ini memang karena banyak kejadian kebakaran ditambah dengan kemarau yang ekstrem. Baru kemarau kali ini yang sampai terjadi krisis. Betul perlu diantisipasi. Jika sampai habis, langkah daruratnya ya kita minta bantuan PDAM,” katanya kepada mataairradio.com, Minggu (12/10/2014) siang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan