Kredit Macet SPP UPK Tembus 25 Persen

Selasa, 17 April 2018 | 17:51 WIB

upati Rembang Abdul Hafidz saat membagikan bantuan dari surplus UPK Pamotan tahun 2017, Senin (16/4/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Tingkat kredit macet dari program simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP) di Unit Pengelola Kegiatan eks-PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Pamotan terbilang tinggi karena tembus 25 persen.

Tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) itu dihitung dari besarnya dana yang bergulir.

Sementara jika diperhitungkan dari total aset, maka tingkat kredit bermasalah di UPK Kecamatan Pamotan mencapai lebih dari 15 persen.

Padahal apabila mengacu standar dalam perbankan misalnya, NPL tidak boleh melebihi lima persen.

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat membagikan bantuan dari surplus UPK Pamotan tahun 2017, Senin (16/4/2018), turut menanggapi tingkat kredit macet ini.

“Pengelola perlu lebih selektif dalam menyalurkan pinjaman agar tidak menumpuk tingkat kredit bermasalah. Saya tidak paham secara persis apakah NPL tinggi di Pamotan juga karena persoalan kurang selektif memberi pinjaman,” ujar Bupati.

Ketua Badan Kerjasama Antardesa (BKAD) Kecamatan Pamotan Purwanto menyebutkan, salah satu penyebab tingginya NPL di UPK setempat adalah adanya dugaan penyelewangan dana SPP oleh satu koordinator kelompok.

“Modusnya, dengan menyalahgunakan KTP masyarakat. Tanpa sepengetahuan pemiliknya, KTP dipakai untuk mengajukan pinjaman,” katanya.

Jumlah dugaan penyelewengan cukup fantastis karena sampai Rp340 juta. Kasus pinjaman fiktif ini pun sudah dilaporkan polisi.

Sementara itu, pada 2017 kemarin, UPK Kecamatan Pamotan mencatat surplus Rp482 juta.

Angka ini menurun karena pada 2016 lalu, surplus di UPK setempat mencapai Rp563 juta atau menurun Rp81 juta.

Purwanto menambahkan, program SPP tetap dibutuhkan.

Hanya saja, ia berharap peran kepala desa, agar tidak sembarangan menyetujui permohonan pinjaman dari program SPP.

Meski, menurutnya, UPK juga melakukan verifikasi terhadap setiap permohonan SPP.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan