KPU Rembang Simpan Sebagian Logistik Pemilu di Rekanan

Minggu, 19 Januari 2014 | 20:12 WIB
logistik Pemilu 2014

Logistik Pemilu 2014

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang menyimpan sebagian logistik Pemilu 2014 di gudang rekanan. Logistik itu berupa alat kelengkapan tempat pemungutan suara (TPS) seperti alat coblos, bantalan, dan spidol.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengatakan, meski disimpan di gudang rekanan, pihaknya memastikan logistik tersebut siap dikirimkan sesuai jadwal dan aman. Pengadaan logistik berupa alat coblos, bantalan, spidol, dan mur baut, dilakukan oleh KPU Rembang.

Namun, logistik berupa amplop, pengadaannya dilakukan oleh KPU Jawa Tengah dan kini telah diterima KPU kabupaten. Selain dari KPU Provinsi, KPU Rembang juga telah menerima logistik berupa enam ratusan unit kotak dan bilik suara dari KPU Pusat.

Minanus Suud menambahkan, surat suara untuk Pemilu 2014 segera dikirimkan oleh KPU Pusat. Logistik pemilu itu akan didistribusikan oleh KPU Pusat pada bulan Februari.

Pihaknya berharap logistik tersebut tiba sesuai rencana atau pertengahan bulan depan. Jika tidak molor, pihaknya dapat segera melakukan penyortiran. Untuk menyortirnya perlu pengecekan lama dan melibatkan banyak orang.

Surat suara yang diusulkan KPU Rembang sebanyak jumlah DPT, yakni 477. 848 lembar ditambah dua persen dan seribu lembar per daerah pemilihan. Seribu lembar surat suara tambahan itu guna mengantisipasi adanya pemungutan suara ulang di dapil setempat.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang Muchlis Ridho mengaku mengerahkan 755 orang pengawas dari tingkat desa hingga kabupaten untuk mengawasi tahapan Pemilu, termasuk pada pengiriman logistik nanti. Masyarakat diharapkan berperan aktif melaporkan, kalau terjadi penyimpangan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan