KPU Rembang Gelar Uji Publik GMHP Secara Serentak

Rabu, 17 Oktober 2018 | 20:20 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang pada Rabu (17/10/2018) pagi, menggelar uji publik gerakan melindungi hak pilih (GMHP) secara serentak. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang pada Rabu (17/10/2018) pagi, menggelar uji publik gerakan melindungi hak pilih (GMHP) secara serentak.

Uji publik GMPH dilakukan secara serentak di 294 desa dan kelurahan se Kabupaten Rebang.

Nurul Muassiroh komisioner KPU setempat menyatakan rencananya uji publik ini berlangsung hingga 28 Oktober 2018 mendatang untuk tingkat desa dan kelurahan. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten suduah dibuka sejak awal Oktober 2018.

GMHP dalam prakteknya adalah mengajak masyarakat berpartisipasi untuk mengecek informasi daftar pemilih di wilayahnya masing-masing. Apakah namanya sudah tercantum dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan atau belum.

“Selain itu masyarakat juga dapat memberikan masukan kepada penyelenggara pemilu, terkait informasi daftar pemilih apakah sudah sesuai atau belum,” tuturnya.

Nurul menambahkan, hal ini dilakukan secara serentak karena sebelumnya di tiap-tiap kantor desa sudah dipasang Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP), sejak awal oktober 2018.

“DPTHP sudah dipasang di kantor desa-desa, sejak awal Oktober kemarin. Jadi ini digelar secara serentak,” ujarnya.

Dari pantauan mataairradio.com, masyarakat cukup antusias dengan adanya uji publik gerakan melindungi hak pilih. Pasalnya Pemilu 2019 nantinya adalah awal penentuan masa depan negara pada pemerintahan selanjutnya.

Ada lima jenis surat suara yang bakal diterima oleh masyarakat yaitu surat suara untuk memilih DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI, dan DPD RI, serta Presiden dan Wakilnya.

Atas dasar itulah, sehingga hak pilih dari masyarakat harus dilindungi.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan