KPU Rembang Beri Penjelasan Orang Gila Bisa Memilih

Rabu, 5 Desember 2018 | 18:02 WIB

Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemberian hak suara kepada orang dengan gangguan jiwa pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019, belakangan ini menjadi perbincangan hangat oleh banyak masyarakat.

Maskutin Komisioner KPU Rembang Divisi Data dan Informasi menjelaskan, bahwa pemberian hak suara kepada orang dengan gangguan jiwa memiliki ketentuan khusus, yakni hanya terhadap orang gila yang kambuhan.

“Kami akan berhati-hati dalam mendata daftar pemilih khusus ini,” katanya.

Jika yang bersangkutan memiliki surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan adalah gila permanen maka pihaknya tidak memasukkannya dalam daftar pemilih. Prinsipnya pihak KPU ingin melindungi hak pilih bagi tiap warga negara.

“Sebenarnya aturan tersebut sudah berlaku sejak Pemilu sebelumnya, namun baru muncul dan menjadi perdebatan di kalangan publik pada akhir-akhir ini,” ujarnya.

Komisioner asal Desa Krikilan Kecamatan Sumber ini menambahkan jajaran PPK dan PPS sudah diperintahkan untuk mencermati terkait kebijakan ini.

“Jika ada anggapan masyarakat bahwa seseorang di suatu daerah dianggap memilki gangguan jiwa maka pihak PPK dan PPS harus memastikan ke pihak keluarga apakah ada surat keterangan dokter atau tidak,” terangnya.

Disinggung terkait jumlah disabilitas mental yang ada di Kabupaten Rembang, Maskutin belum bisa memastikan jumlahnya secara detil, karena pihak KPU masih akan menggelar pleno pada Senin pekan depan.

“Belum tahu. Itu (jumlah disabilitas mental  di Kabupaten Rembang, red.) nanti kita bahas saat pleno, Senin nanti,” pungkasnya.

Maskutin memastikan tidak ada orang yang mengalami gangguan jiwa secara permanen masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan