KPU Rembang Beberkan Cara Hitung Perolehan Kursi

Selasa, 19 Februari 2019 | 16:29 WIB

Ilustrasi.

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang membeberkan metode penghitungan perolehan kursi pada Pemilu 2019 mendatang, pasalnya sampai saat ini banyak yang masih belum tahu tentang metode yang digunakan.

Komisioner KPU setempat Zaenal Arifin menyatakan, pada Pemilu 2019 terdapat perubahan metode pembagian kursi, sehingga berbeda dengan metode Pemilu 2014 sebelumnya.

Metode pembagian kursi di masing-masing dapil pada Pemilu 2014 menggunakan bilangan pembagi pemilih (BPP), sedangkan Pemilu kali ini menggunakan teknik “Sainte Lague” untuk menghitung suara.

Sainte Lague sendiri adalah metode nilai rata-rata tertinggi yang digunakan untuk menentukan jumlah kursi yang telah dimenangkan dalam suatu pemilihan umum.

Metode Sainte Lague masuk ke dalam kategori Metode Divisor, yaitu menggunakan nilai rata-rata tertinggi atau biasa disebut BP (Bilangan Pembagi).
Artinya, kursi-kursi yang tersedia pertama-tama akan diberikan kepada partai politik yang mempunyai jumlah suara rata-rata tertinggi.

Kemudian rata-rata tersebut akan terus menurun berdasarkan nilai bilangan pembagi. Prosedur ini akan terus berlaku sampai semua kursi terbagi habis.

Hal tersebut diatur dalam Undang-undang Nomor 7, Tahun 2017 Bab XII, Pasal 420 tentang penetapan calon anggota terpilih DPR, DPD, dan DPRD.

Arifin menjelaskan, dalam aturan tersebut, langkah pertama menetapkan jumlah suara sah tiap partai dalam suatu daerah pemilihan (Dapil) dihitung sehingga mendapatkan jumlah suara sah.

Kemudian dilakukan pembagian semua jumlah perolehan suara sah ditiap Parpol dengan bilangan pembagi angka ganjil 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3, 5, 7 dan seterusnya.

“Aturan ini memang beda dengan Pemilu sebelumnya Mas,” tegasnya.

Lalu dilanjutkaan mengurutkan jumlah angka terbanyak hasil pembagian sesuai dengan jumlah kursi pada masing-masing Dapil.

Misal di Dapil tersebut terdapat enam kursi maka hasil pembagian tersebut dibagi ulang hingga urutan kursi keenam.

“Misal dalam suatu Dapil tersedia enam kursi maka cara menghitungnya sebagai berikut,” ungkapnya sambil membuat tabel simulasi.

Yakni, misal di suatu Dapil terdapat enam kursi dan jumlah suara sah sebanyak 53.000, sedangkan rincian perolehan suara pada tiap partai sebagai berikut;

1. Partai A mendapat total 24.000 suara
2. Partai B mendapat 15.000 suara
3. Partai C mendapat 9.000 suara
4. Partai D mendapat 5.000 suara

A. Cara Menentukan Kursi Pertama

Untuk menentukan kursi pertama, maka masing-masing partai akan dibagi dengan angka 1.

1. Partai A 24.000/1 = 24.000 suara
2. Partai B 15.000/1 = 15.000 suara
3. Partai C 9.000/1 = 9.000 suara
4. Partai D 5.000//1 = 5.000 suara

Dengan hasil pembagian itu, maka yang mendapatkan kursi pertama di dapil tersebut adalah Partai A dengan jumlah 24.000 suara.

B. Cara Menentukan Kursi Kedua

Berhubung Partai A sudah menang pada pembagian 1, maka untuk selanjutnya Partai A akan dihitung dengan pembagian angka 3. Sementara Partai B, C dan D tetap dibagi angka 1.

1. Partai A 24.000/3 = 8.000 suara
2. Partai B 15.000/1 = 15.000 suara
3. Partai C 9.000/1 = 9.000 suara
4. Partai D 5.000//1 = 5.000 suara

Maka yang mendapatkan kursi kedua adalah Partai B dengan perolehan 15.000 suara.

C. Cara Menentukan Kursi Ketiga

Untuk menentukan kursi ketiga, maka Partai A dan Partai B akan dibagi dengan angka 3. Sementara Partai C dan D akan dibagi dengan angka 1.

1. Partai A 24.000/3 = 8.000 suara
2. Partai B 15.000/3 = 5.000 suara
3. Partai C 9.000/1 = 9.000 suara
4. Partai D 5.000//1 = 5.000 suara

Maka yang mendapatkan kursi ketiga adalah partai C dengan perolehan 9.000 suara.

D. Cara Menentukan Kursi Keempat

Untuk menentukan kursi keempat, maka Partai A, Partai B dan Partai C akan masing-masing dibagi dengan angka 3, sementara Partai D akan tetap dibagi 1.

1. Partai A 24.000/3 = 8.000 suara
2. Partai B 15.000/3 = 5.000 suara
3. Partai C 9.000/3 = 3.000 suara
4. Partai D 5.000//1 = 5.000 suara

Maka yang mendapatkan kursi keempat adalah Partai A dengan perolehan 8.000 suara.

E. Cara Menentukan Kursi Kelima

Berhubung Partai A sudah mendapatkan dua kursi, yakni kursi pertama dan kursi keempat, maka selanjutnya Partai A akan dibagi dengan angka 5. Sementara Partai B, Partai C dan Partai D dibagi dengan masing-masing angka 3.

1. Partai A 24.000/5 = 4.800 suara
2. Partai B 15.000/3 = 5.000 suara
3. Partai C 9.000/3 = 3.000 suara
4. Partai D 5.000//3 = 1.666 suara

Dengan demikian maka yang mendapatkan kursi kelima adalah Partai B dengan perolehan 5.000 suara.

F. Cara Menentukan Kursi Kelima

Berhubung Partai A dan Partai B masing-masing sudah mendapatkan dua kursi, maka kedua partai tersebut akan dibagi 5. Sementara Partai C dan Partai D masih tetap dibagi 3.

1. Partai A 24.000/5 = 4.800 suara
2. Partai B 15.000/5 = 3.000 suara
3. Partai C 9.000/3 = 3.000 suara
4. Partai D 5.000//3 = 1.666 suara

Dengan demikian maka yang mendapatkan kursi keenam adalah Partai A dengan perolehan 4.800 suara.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan