KPU Kecolongan Mantan Caleg 2014 Daftar PPK

Selasa, 5 Mei 2015 | 18:10 WIB
Komisioner KPU Rembang HM Adib Ulinnuha menguji salah satu peserta pada sesi tes wawancara calon anggota PPK untuk Pilkada 2015 di Kantor KPU Rembang, Selasa ( 5/5/2015). (Foto: mataairradio.com)

Komisioner KPU Rembang HM Adib Ulinnuha menguji salah satu peserta pada sesi tes wawancara calon anggota PPK untuk Pilkada 2015 di Kantor KPU Rembang, Selasa ( 5/5/2015). (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang kecolongan dua orang mantan calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 yang mendaftar sebagai calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk Pilkada 2015.

Satu orang di antaranya adalah Taifur, Caleg PDIP nomor urut enam dari Dapil III Sluke-Kragan. Mantan caleg berusia 42 tahun ini diketahui lolos seleksi administrasi dan baru akan menjalani tes wawancara pada Rabu (6/5/2015) ini.

Sementara satu orang lainnya adalah Abdul Khoir, Caleg PKB nomor urut lima dari Dapil IV Sarang-Sedan. Namun mantan caleg asli Kecamatan Sulang ini diketahui lolos seleksi administrasi, tetapi gagal di tes tertulis. Dikonfirmasi mengenai hal itu, Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengaku akan kroscek.

“Kami akan lakukan kroscek dulu. Kami tidak mau menuduh tanpa bukti-bukti yang jelas,” katanya ketika dihubungi mataairradio.

Tentang mantan caleg pada Pemilu 2014 yang bisa sampai lolos seleksi administrasi bahkan ada yang sampai lolos seleksi tertulis, Suud berdalih tak punya hak untuk melakukan verifikasi.

“Kami akan mengkaji semua tentang banyak hal terkait calon anggota PPK melalui tes wawancara. Itu kesepakatan kami berlima (komisioner),” tandasnya.

Ketua KPU Rembang mengakui, dugaan keterlibatan seorang calon PPK di partai politik, mendominasi laporan masyarakat guna menanggapi 10 calon PPK yang lolos tes tertulis dari setiap kecamatan.

Dalam tes wawancara yang digelar mulai Selasa (5/5/2015) ini, KPU melakukan klarifikasi atas setiap laporan.

“Hari ini juga kami klarifikasi, ada seseorang yang dilaporkan pernah terlibat sebagai pengurus partai politik di tingkat ranting. Namun setelah diklarifikasi dan dilakukan pencocokan dengan sejumlah data bukti, yang bersangkutan terakhir kali aktif di parpol pada 2009,” ungkapnya.

Itu artinya, yang bersangkutan sudah lebih dari lima tahun tidak aktif sebagai pengurus parpol di tingkatan manapun. Menurut undang-undang, yang begitu bisa mendaftar sebagai anggota PPK.

“Namun kami menyayangkan sikap calon anggota PPK yang nekat mendaftar, padahal sudah tahu tidak memenuhi syarat. Jika benar, itu menipu data,” kata Suud.

Selain dugaan keterlibatan di partai politik, juga ada banyak laporan dari kepala atau pimpinan instansi pemerintahan atau pendidikan yang keberatan soal stafnya yang mendaftar calon PPK.

“Memang ada banyak pimpinan instansi yang keberatan anak buahnya ikut daftar PPK dan meminta agar tidak diloloskan. Tetapi juga ada yang memberikan dukungan. Kami akan menyeleksi lebih cermat sebelum menetapkan lima anggota PPK terpilih di setiap kecamatan,” tegasnya.

Selasa (5/5/2015) ini, masing-masing 10 calon PPK dari Kecamatan Sarang, Sale, Lasem, dan Rembang menjalani tes wawancara. Dilanjutkan dengan calon PPK dari Kecamatan Sedan, Kragan, Sulang, dan Kaliori yang mengikuti tes pada Rabu (6/5/2015) ini.

Sementara itu, calon PPK asal Kecamatan Sumber, Sluke, Pancur, dan Pamotan akan dites pada Kamis (7/5/2015) nanti, sedangkan dua kecamatan yang tersisa, yakni Bulu dan Gunem bakal mengikuti tes terakhir pada Jum’at (8/5/2015) depan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan