KPU Ingatkan Tiga Calon Soal Pemberhentian Tetap

Kamis, 27 Agustus 2015 | 18:54 WIB
Ketua KPU Rembang Minanus Suud. (Foto: Pujianto)

Ketua KPU Rembang Minanus Suud. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang mengingatkan tiga calon, baik bupati maupun wakil bupati soal pemberhentian tetap.

Hamzah Fatoni yang calon bupati mesti mengirim pemberhentian tetapnya sebagai PNS, agar bisa terus melaju di Pilkada 9 Desember mendatang.

Demikian juga dengan Sunarto yang calon bupati, dan Ridwan yang calon wakil bupati pendamping Hamzah, pun wajib mengirim pemberhentian tetap dari jabatan anggota DPRD Rembang.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengatakan, pihaknya memberikan waktu sampai dengan 23 Oktober 2015 untuk memenuhi syarat itu.

“Kalau sampai dengan tanggal tersebut, pemberhentian tetap yang bersangkutan belum kami terima, ya tidak memenuhi syarat sebagai calon. Dicoret,” ujarnya.

Mengenai apakah begitu pemberhentian tetap anggota DPRD diterbitkan akan langsung disertai dengan pengangkatan penggantinya, Ketua KPU menyebut hal itu sudah tidak pada ranah pihaknya.

Yang jelas, pemberhentian legislator menjadi urusan partai yang bersangkutan dan pimpinan DPRD. Sementara pemberhentian tetap PNS menjadi urusan Bupati.

Yang pokok bagi KPU terkait pencalonan kepala daerah adalah adanya pemberhentian tetap dari legislator atau PNS, yang mesti diterima paling lambat 60 hari setelah penetapan calon kepala daerah pada tanggal 24 Agustus lalu.

“Tetapi, jika ada data yang diminta (terkait dampak pemberhentian tetap anggota DPRD, red.), kami siap membantu,” tegasnya.

Ketua DPRD Rembang Majid Kamil mengaku masih menunggu surat dari PDIP dan Partai Demokrat untuk memproses pemberhentian tetap Ridwan dan Sunarto sebagai legislator.

“Surat yang dari partai itu, judulnya memberhentikan anggota dewan yang bersangkutan,” katanya.

Dia memastikan sudah menghubungi partai setelah menerima surat pengunduran diri dari keduanya melalui sekretariat DPRD.

Tetapi hingga hari Kamis (27/8/2015) ini, partai yang bersangkutan belum meresponnya.

“Pada akhirnya nanti, surat pemberhentian tetap anggota dewan diteken oleh Gubernur,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan