KPU Genjot Sosialisasi Pilkada Rembang di 50 Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2015 | 19:13 WIB
Ketua KPU Rembang Minanus Suud saat memberikan sosialisasi di SMK Al Mubarok Rembang, Kamis (29/10/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Ketua KPU Rembang Minanus Suud saat memberikan sosialisasi di SMK Al Mubarok Rembang, Kamis (29/10/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – KPU Rembang menggenjot sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang tahun 2015 di 50 sekolah di seluruh kecamatan di kabupaten ini, untuk mendongkrak partisipasi pemilih.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud menyebutkan, pihaknya ditarget 77,5 persen tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Rembang. Sosialisasi di 50 sekolah dilakukan untuk memacu partisipasi pemilih dari kelompok pemula atau pelajar yang sudah berusia 17 tahun atau lebih.

Ia yang ditemui seusai memberi sosialisasi pilkada kepada seratusan siswa SMK Al Mubarok Rembang, Kamis (29/10/2015) pagi menyatakan, akan menggenjot sosialisasi dalam sebulan terakhir menjelang coblosan, agar efektif.

“Kita memilih di bulan terakhir agar langsung mendorong masyarakat berpartisipasi. Hari ini kita lakukan sosialisasi kepada pemilih pemula di 50 sekolah. Kita selanjutnya akan lari ke pesantren, ormas, dan pemilih segmen perempuan,” katanya.

Selain memberikan pencerahan tentang pilkada, jumlah calon dan visi-misi dari setiap pasangan, KPU juga menyampaikan pentingnya pemilih untuk memerangi politik uang atau money politik. Suud menyebut politik uang sebagai perusak demokrasi.

Arif Rohman Hachim, pelajar Kelas XII pada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Al Mubarok Rembang mengaku berusia 19 tahun. Dia menyatakan akan menggunakan hak suaranya pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Bagi pelajar asal Desa Seren Kecamatan Sulang ini, satu suara, akan menentukan nasib Rembang, setidaknya untuk lima tahun ke depan. Acara sosialisasi tentang pilkada kepada pemilih di kelompok pemula seperti dirinya, berarti penting untuk menarik partisipasi di pilkada.

“Saya sendiri menganggap penting sosialisasi ini. Seperti visi misi dan nama calon. Tadi cara pencoblosan dan pilkada itu bagaimana, tadi oleh Ketua KPU disampaikan. Saya akan nyoblos karena sudah berumur 19 tahun. Golput? nggak lah. Satu suara berarti untuk Rembang,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengatakan, KPU memang perlu menggenjot sosialisasi karena tingkat pemahaman masyarakat soal pilkada kali ini, masih relatif rendah, terutama di daerah pinggiran.

Karena itu, menurut Totok, selain mengoptimalkan sosialisasi pilkada di kalangan pemilih pemula, KPU perlu juga memacu sosialisasi pilkada di masyarakat pinggiran. Karena sampai dengan saat sekarang, katanya, sebagian masyarakat belum tahu, kapan coblosan pilkada dilaksanakan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan