KPU Diminta Libatkan Guru Genjot Partisipasi Pemula

Jumat, 6 November 2015 | 18:55 WIB
FGD sosialisasi Pilkada serentak 2015 yang digelar KPU Jawa Tengah di Gedung Hijau, Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Kamis (5/11/2015) siang. (Foto: Pujianto)

FGD sosialisasi Pilkada serentak 2015 yang digelar KPU Jawa Tengah di Gedung Hijau, Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Kamis (5/11/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang diminta melibatkan para guru mata pelajaran yang relevan dengan pemilu untuk menggenjot tingkat partisipasi pemilih pemula di Pilkada 9 Desember mendatang.

Salah seorang guru PKN di SMK Negeri 1 Rembang Heri Susetyo menilai, KPU boleh jadi sudah sosialisasi ke banyak sekolah, tapi intensitas sosialisasi perlu ditingkatkan, melalui guru dan pengurus OSIS.

“Kalau statement dari KPU bahwa mereka sudah sosialisasi, memang iya. Tapi bagi kami, intensitasnya ini yang penting. Katakan sosialisasi ke SMA dan pemuda sudah, tapi follow up-nya yang mesti ditindaklanjuti,” katanya kepada mataairradio.

Menurutnya, guru mata pelajaran relevan, yang agar diundang KPU untuk tindak lanjut sosialisasi di antaranya PKN dan sejarah, selain juga ketua dan pengurus OSIS.

“Guru dan pengurus OSIS itu adalah ujung tombak dari pemilih pemula yang jumlahnya 10.000 orang dan kebanyakan pelajar. Pelibatan guru dan pengurus OSIS ini menjadi salah satu strategi ketika KPU tidak bisa ketemu ‘face to face’ dengan mereka yang 10.000 tadi,” katanya.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud mengakui, ada banyak usulan kepada pihaknya, menyangkut upaya meningkatkan partisipasi pemilih terutama dari segmen pemula. Tapi pihaknya belum mempertimbangkan melibatkan guru dan pengurus OSIS.

“Memang banyak usulan untuk tema partisipasi pemilih, termasuk sosialiasi terhadap pemilih pemula. Tapi kita belum ada rencana untuk pelibatan guru dan pengurus OSIS. Sosialisasi kepada pemilih pemula di 54 sekolah, sudah kita lakukan,” terangnya.

Meski demikian, KPU menjadwalkan sosialisasi pilkada melalui upacara bendera secara serentak di banyak sekolah pada minggu terakhir menjelang hari tenang.

“Kami juga jadwalkan sosialisasi secara serempak hingga tingkat RT atau RW oleh PPS. Selain itu kami akan melakukan pula sosialisasi serupa lewat khutbah jumat di saat yang sama (minggu terakhir sebelum hari tenang) dan siaran keliling di hari tenang,” tandasnya.

Minanus Suud menambahkan, instrumen peningkatan partisipasi pemilih selain melalui politik uang, menjadi tantangan bagi penyelenggara pilkada di tiap daerah. Memang ada indikasi, tingkat partisipasi pemilih, berbanding lurus dengan politik uang. Tapi indikasi itu tidak boleh dibiarkan.

“Dengan dalih apapun, politik uang bakal merusak tatanan sistem demokrasi dan memengaruhi kinerja pemerintah. Pasalnya, politik uang akan memicu upaya kejar setoran untuk mengembalikan modal pencalonan, sehingga melahirkan perilaku koruptif dari pemimpin daerah,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan