KPU Klarifikasi Data Pemilih Bermasalah Hingga 31 Mei

Kamis, 29 Mei 2014 | 14:51 WIB
Anggota KPU Kabupaten Rembang, Maftuhin (Foto:kpud-rembangkab.go.id)

Anggota KPU Kabupaten Rembang, Maftuhin (Foto:kpud-rembangkab.go.id)

REMBANG, MataAirRadio.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang mulai melakukan klarifikasi 2.601 data pemilih bermasalah, temuan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Klarifikasi dilakukan setelah KPU meminta data pemilih “by name” kepada Panwaslu Kabupaten.

“Setelah kami datang dari Jakarta, kami minta data ‘by name’ ke Panwas Kabupaten. Sebab data yang kami terima kemarin (26/5), hanya berupa rekap. Tidak rinci. Kami minta data nama agar bisa langsung kami kroscek di lapangan,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Rembang Maftuhin kepada MataAir Radio, Kamis (29/5) pagi.

Setelah mendapat data secara terperinci, pihak KPU Kabupaten langsung menginstruksikan PPK agar merapat ke Panwaslu Kecamatan agar segera membereskan klarifikasi temuan data pemilih bermasalah. Hasil klarifikasi ditunggu KPU paling lambat 31 Mei 2014.

KPU Kabupaten Rembang menerima rekomendasi temuan 2.601 data pemilih bermasalah dalam DPSHP Pilpres 2014 dari Panwaslu. 1.066 di antaranya tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, tetapi belum dihapus dari DPSHP.

Mereka ini adalah 632 pemilih yang telah meninggal dunia, 19 pemilih bergangguan jiwa, lima pemilih di bawah usia 17 tahun, 405 pemilih pindah alamat, serta lima pemilih masih tercantum sebagai anggota TNI aktif.

Selain itu, ada 639 pemilih yang memenuhi syarat sebagai pemilih, tetapi belum terdaftar dalam DPSHP. Terdiri atas 366 pemilih berusia 17 tahun, 272 pemilih yang meski belum 17 tahun tetapi sudah menikah, dan satu orang pensiun anggota TNI.

Selebihnya, 833 pemilih terjadi kesalahan penulisan data pemilih dan 55 pemilih terdaftar ganda serta delapan pemilih hantu alias tidak ada orangnya.

“Saat klarifikasi akan dicek. Mana yang harus dicoret atau dikeluarkan dari daftar dan mana yang harus dimasukkan dalam daftar. Besok 30/5), kami lakukan monitoring.

Tidak hanya Panwaslu. Masyarakat pun bisa datang ke PPS, jika memenuhi syarat sebagai pemilih, tetapi belum terdaftar. Atau melapor ke PPS jika ada yang sudah tak memenuhi syarat, tetapi masih masuk dalam daftar,” kata Maftuhin menegaskan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridho mengaku telah mendapat tembusan dari KPU terkait klarifikasi yang sudah dimulai di hari Rabu (28/5) kemarin. Temuan data pemilih bermasalah ini merupakan hasil pencermatan DPSHP yang mestinya berlangsung hingga 26 Mei 2014.

“KPU sudah mulai klarifikasi. Kami sudah dapat tembusannya. Intinya KPU sudah menindaklanjuti temuan kami. Nantinya kami berharap ada jawaban resmi dari rekomendasi yang disampaikan sebelumnya,” demikian Muchlis. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan