KPU Rembang Diingatkan Genjot Bimtek KPPS

Minggu, 22 Juni 2014 | 17:03 WIB
Pemungutan suara Pemilu 2014 di TPS 1 Desa Soditan Kecamatan Lasem. (Foto:Pujianto)

Pemungutan suara Pemilu 2014 di TPS 1 Desa Soditan Kecamatan Lasem. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kalangan masyarakat di Kabupaten Rembang mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten untuk menggenjot kegiatan bimbingan teknis atau Bimtek terhadap kelompok panitia pemungutan suara atau KPPS dan panitia pemungutan suara atau PPS di tiap desa.

Masyarakat tak ingin disuguhi penyelenggaraan pemilu yang bermasalah, gara-gara kekurangcakapan penyelenggara pemilu di lapisan paling bawah. Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengaku telah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu Legislatif.

Saat ini, pihaknya telah melakukan persiapan intensif menyongsong pungut-hitung pada Pilpres 9 Juli nanti. Pihaknya juga telah memberikan bimtek kepada panitia pemilihan kecamatan atau PPK di 14 kecamatan, di Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ketua KPU menegaskan, setiap PPK yang beranggotakan lima orang telah diberikan pembekalan teknis mengenai ketentuan pungut-hitung dan rekapitulasi suara pada Pilpres 2014. Setiap PPK diwajibkannya untuk memberi pembekalan teknis serupa kepada PPS dan KPPS.

Suud juga menganggap cukup waktu bagi PPK untuk memberikan bimbingan teknis kepada PPS dan KPPS. Pihaknya optimistis kekurangan dan kesalahan yang terjadi ketika pungut-hitung dan rekap saat Pileg 9 April lalu, tidak terulang kembali.

Dia membenarkan, penguatan lembaga menjadi lebih penting dalam mewujudkan Pilpres yang berkualitas. Menurutnya, penguatan lembaga dilakukan di semua lapisan, mulai KPPS, PPS, hingga PPK, bahkan KPU Kabupaten sendiri.

Panitia Pengawas Pemilu atau Panwaslu Kabupaten Rembang sempat mengingatkan pula KPU mengenai kekurangcakapan sejumlah KPPS di Pileg kemarin. Peringatan ini disampaikan Panwaslu pada saat rekapitulasi akhir perolehan suara parpol dan caleg tingkat kabupaten.

Menurut Ketua Panwaslu Muchlis Ridlo, bimtek terhadap KPPS dan PPS memiliki peran penting, mengingat keduanya sebagai ujung tombak setiap persoalan. Panwaslu mengkritisi pelaksanaan bimtek terhadap penyelenggara Pemilu di level desa dan TPS yang terlalu mepet dengan hari coblosan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan