KPU Analisis Dugaan Pendukung di Bawah Umur Hafidz-Bayu

Kamis, 18 Juni 2015 | 14:09 WIB
Komisioner KPU Rembang Maftuhin. (Foto: rri.co.id)

Komisioner KPU Rembang Maftuhin. (Foto: rri.co.id)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang hingga Kamis (18/6/2015) siang masih menganalisis kemungkinan dukungan dari warga yang berusia kurang dari 17 tahun untuk pasangan calon perseorangan Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto.

Analisis itu diperlukan sebelum 57.533 bukti dukungan bagi pasangan tersebut, diverifikasi secara administrasi maupun faktual oleh panitia pemungutan suara (PPS). Seperti diketahui, meski tersebar di 14 kecamatan, tetapi bukti dukungan sejumlah itu hanya berasal dari 147 desa dari 294 desa/kelurahan.

Komisioner KPU Rembang Maftuhin menjelaskan, analisis usia kurang 17 tahun, memerlukan kecermatan. Sebab bisa jadi pihak pasangan calon salah saat menginput data. Tetapi jika setelah dicocokkan, usia pendukung benar kurang dari 17 tahun, maka KPU akan langsung melakukan pengurangan.

“Kalau yang kurang 17 tahun harus kita cermati, bisa jadi mereka salah menuliskan atau memang benar. Kalau benar (kurang dari 17 tahun) akan langsung kami lakukan pengurangan. Kalau salah penulisan, PPS akan kita minta untuk klarifikasi, yang benar yang mana,” katanya.

Selain melakukan analisis usia kurang dari 17 tahun, KPU juga melakukan pencermatan terhadap kemungkinan dukungan ganda. Menurut Maftuhin, meski calon perseorangan hanya satu pasang, tetapi potensi penggunaan satu identitas untuk bukti dukungan beberapa kali, masih mungkin terjadi.

KPU memiliki sistem khusus untuk mendeteksi nama ganda dalam bukti dukungan yang diserahkan oleh calon perseorangan. Maftuhin menjelaskan, ketika softcopy bukti dukungan dimasukkan dalam sistem tersebut, maka akan secara mudah mengetahui nama-nama ganda di bukti dukungan.

Jika terdapat lebih dari satu nama dengan identitas yang sama, maka hanya satu nama yang akan dipakai sebagai bukti dukungan, sedangkan yang lainnya bakal dicoret. KPU baru bisa menyampaikan hasil analisis terhadap dua hal tersebut pada Kamis (18/6/2015) malam.

“Karena ini hanya satu pasangan calon, maka analisasis gandanya ya hanya satu. Maksudnya apakah satu dan identitas yang sama dipakai lebih dari satu kali untuk satu pasangan calon. Kita punya aplikasi untuk mendeteksi itu. Langsung kita lakukan eksekusi (pengurangan) di tingkat kabupaten,” tandasnya.

Maftuhin menambahkan, paling lambat Jumat (19/6/2015) pagi, hasil pencermatan atau analisis akan diserahkan ke tim penghubung pasangan calon kepala daerah dari jalur perseorangan. Selanjutnya, data itu akan diverifikasi di lapangan, baik secara administrasi maupun faktual mulai 23 Juni hingga 6 Juli 2015.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan