KPS Hilang dan Penerima Meninggal, Jangan Panik, Ini Solusinya

Rabu, 26 November 2014 | 16:50 WIB
Kartu Perlindungan Sosial (KPS). (Foto:Pujianto)

Kartu Perlindungan Sosial (KPS). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak PT Pos Indonesia (Persero) Rembang menyediakan waktu khusus bagi penerima dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) melalui program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) yang kehilangan kartu perlindungan sosial (KPS).

KPS adalah syarat untuk mencairkan PSKS bagi rumah tangga sasaran (RTS). Namun ada beberapa penerima yang kini kehilangan KPS lantaran beberapa sebab, di antaranya menganggap KPS tidak lagi berlaku setelah pergantian pucuk pemerintahan.

Pos Master Kantor Pos Rembang Adhi Kuspramono menjelaskan, penerima PSKS yang KPS-nya hilang wajib mengurus surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian dan pengantar dari desa setempat.

“Kalau yang pindah alamat selagi masih di wilayah Rembang, nggak masalah. Demikian juga dengan yang sudah meninggal dunia. Jika yang meninggal kepala rumah tangga, maka pasangan kepala rumah tangga atau anggota rumah tangga yang bersangkutan bisa mengambilnya dengan menunjukkan KTP,” katanya.

Adhi juga mengatakan, penerima PSKS yang KPS-nya hilang atau yang pindah alamat ataupun yang telah meninggal dunia dan tidak ada lagi pasangan atau anggota rumah tangganya, akan dilayani belakangan.

“Kalau di Kantor Pos Rembang kan diprediksi selesai pada Sabtu (29/11/2014) besok. Berarti setelah tanggal itu dilayaninya. Biar tidak nyumpel di antrean gara-gara menunggu yang datanya belum beres,” tandasnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rembang Waluyo menyebutkan bahwa untuk sementara ini ada sekitar 25 kepala rumah tangga pemegang KPS yang meninggal dunia.

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Kantor Pos dan jawabannya memang akan diberikan waktu khusus belakangan. Jadi akan dijadwal ulang,” kata Waluyo.

Dia juga meminta penerima PSKS yang kepala rumah tangga tertera di KPS-nya sudah meninggal dunia, untuk tidak panik karena masih bisa diurus oleh anggota rumah tangga yang tercantum di kartu perlindungan sosial.

“Ya dengan urus surat kematiannya di kantor desa, lalu bawa KPS-nya ke kantor pos. Jangan lupa KTP dibawa. Selagi semuanya sesuai pasti dilayani,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan